Site icon Tangan Terbuka Media

Keledai

Seperti ada yang kurang ketika mendekor ruang ibadah di Minggu Palmarum tanpa kehadiran gambar keledai. Bisa jadi karena sering kali keledai dianggap binatang yang lemah dan bodoh maka banyak orang melupakannya. Ada beberapa kisah yang menggambarkan bahwa keledai adalah binatang yang bodoh, di antaranya seperti kisah di bawah ini.

Suatu hari keledai berpendapat bahwa warna rumput itu biru. Sedangkan harimau berpendapat bahwa rumput itu berwarna hijau. Lalu mereka bertengkar dan membawa masalah itu kepada singa, si raja hutan. Ketika keledai bertanya kepada singa soal rumput berwarna biru, maka singa membenarkannya. Harimau tidak menerima jawaban singa dan mendesak agar singa menjawab yang sebenarnya. Tetapi, singa malah menghukum harimau untuk diam selama lima tahun. Tentu saja keledai berbahagia mendengar keputusan itu lalu pergi, sedangkan harimau melakukan protes kepada singa. Singa berkata, ”Makhluk secerdas dan seberani kamu tidak selayaknya terkecoh sampai membawa persoalan kepadaku. Kamu telah membuang waktu beradu argumen dengan makhluk bodoh. Sebanyak apa pun bukti yang kamu bawa, mereka tidak memiliki kapasitas untuk mengerti.”

Apakah benar bahwa keledai itu bodoh? Lalu, mengapa Yesus justru memilih seekor keledai menjadi tunggangan-Nya saat memasuki Kota Yerusalem? Keledai adalah simbol kerendahan hati. Dia adalah binatang penurut. Walaupun jalannya pelan, tetapi tidak pernah memberontak karena beban yang dipercayakan di atas tubuhnya.

Tidak memiliki talenta, hidup yang terasa begitu-begitu saja, tidak bisa melakukan apa-apa, rendah diri adalah beberapa alasan yang sering dipakai untuk tidak melayani-Nya. Dalam pelayanan-Nya, Yesus memerlukan orang yang sering kali dianggap rendah, orang-orang yang sederhana dan hatinya hanya untuk Dia. Bagaimanapun keadaan manusia, jika Tuhan memerlukannya Dia akan membarui hati dan menambah kompetensi. Itu sebabnya mari kita memberikan yang terbaik bagi-Nya.

Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: Unsplash/TS Sergey

Exit mobile version