Lagu Sekolah Minggu berikut memiliki beberapa versi, salah satunya seperti ini:
Hati-hati gunakan tanganmu,
hati-hati gunakan tanganmu,
kar’na Bapa di surga melihat penuh cinta,
hati-hati gunakan tanganmu.
Lagu ini mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati menggunakan tangannya, sebab anak kecil bisa saja masih salah dalam menggunakan tangannya seperti mencubit teman yang ada di dekatnya, mengambil sesuatu yang bukan miliknya, dan hal lain yang berpusat pada egonya. Anak-anak berpikir bahwa semua yang ada adalah untuk diri mereka sehingga ada kecenderungan untuk mengambil, bukan berkontribusi. Namun, melalui keluarga, sekolah, gereja dan lingkungannya anak-anak dididik, dilatih, dan mendapatkan teladan untuk melakukan sesuatu dengan benar.
Lalu bagaimana dengan orang dewasa? Dengan tangannya orang dewasa mampu berkarya bahkan saat memasuki usia paruh baya mereka memiliki kecenderungan yang kuat untuk berkontribusi bagi kebermanfaatan dan kepedulian terhadap sesama, terlebih pada kesejahteraan generasi di bawahnya. Mereka merasa hidupnya bermakna tatkala ilmu, pengalaman, harta, dan karyanya mengalir keluar untuk masyarakat luas.
Tangan adalah salah satu anggota tubuh, melalui tangannya seseorang dapat berdampak bagi banyak orang. Seorang filsuf asal Perancis, Simone de Beauvoir, menuliskan: ”Manusia didefinisikan oleh pekerjaannya dan kontribusinya kepada masyarakat.” Menurutnya, manusia dilihat bukan hanya dari apa yang dilakukannya untuk dirinya sendiri, tetapi juga dari berbagai hal yang mereka berikan sehingga berdampak bagi orang lain dan masyarakat secara keseluruhan.
Di abad ke-XXI ini, dengan kemajuan teknologi, manusia semakin dipermudah untuk berdampak, mereka dapat menyebarkan ilmu dengan menuliskan sesuatu atau membuat konten edukasi di media sosial sehingga melaluinya banyak orang mendapatkan manfaat. Tuhan menganugerahkan tangan bagi umat-Nya, mari menggunakannya menjadi berkat bagi banyak orang bahkan semesta. Bukankah itu yang dikehendaki-Nya?
Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Foto: Unsplash/Luis Quintero

