Site icon Tangan Terbuka Media

Beda Pandang

Sabda-Mu Abadi | 26 Februari 2026 | Mat. 26:6-13

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon, penderita sakit kulit yang menajiskan, datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. Melihat hal itu murid-murid marah dan berkata, ’Untuk apa pemborosan ini? Sebab, minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.’ Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, ’Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Sebab, orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama kamu. Sebab, dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan diceritakan juga untuk mengingat dia.’”

Para murid marah menyaksikan tindakan perempuan itu. Mereka menganggapnya sebagai pemborosan. Sebab, minyak itu begitu mahal harganya. Sekitar 300 dinar. Kalau dikonversi bisa mencapai Rp60 juta. Jika harga nasi bungkus Rp20 ribu, bisa menjadi 3.000 nasi bungkus. Artinya bisa untuk memberi makan siang 3.000 orang miskin.

Di mata Yesus tindakan perempuan ini sungguh bermakna. Yang para murid lupakan, mengutip tafsiran Stefan Leks, sesungguhnya di antara mereka Yesuslah yang paling miskin. Tidak hanya miskin harta, tetapi lebih dari itu Sang Guru miskin perhatian. Telah empat kali Ia menceritakan penderitaan-Nya, tetapi para murid agaknya tak terlalu memedulikannya. Apalagi kematian sebagai penjahat agamawi tak mungkin mengharapkan penguburan yang layak.

Sejatinya tindakan perempuan itu sungguh layak dalam mempersiapkan hari pekuburan Yesus. Dan menurut Yesus tindakannya itu akan senantiasa diingat!

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: nancygainor

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

Exit mobile version