Mengikuti dari Jauh
Petrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak.
Petrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak.
Aneh rasanya jika seorang masih merasa diri murid tega mengkhianati gurunya.
Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Duduklah di sini. Aku mau ke sana untuk berdoa.”
Sang Guru hendak menyatakan bahwa peristiwa penyangkalan itu terjadi masih di malam yang sama. Ya, tinggal sesaat lagi.
”Inilah makanan dan minuman yang sungguh-sungguh berbeda.” Tubuh-Nya dan darah-Nya sungguh menyelamatkan dan bersifat kekal.
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu berkata, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”
Yesus sudah menyiapkan smakan Paskah, bahkan Ia telah menyiapkan saat kematian-Nya.
Bisa jadi kita merasa bisa menguasai uang, tetapi yang sangat mungkin terjadi kitalah yang dikuasainya, ketika itu iman sudah tak penting lagi.
Perempuan itu sungguh layak dalam mempersiapkan hari pekuburan Yesus. Dan menurut Yesus tindakannya itu akan senantiasa diingat.
Dalam konsep para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, mereka yang menangkap Yesus. Sedangkan dalam konsep Sang Guru, Ia menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap.