Damai di Tengah Keberbedaan, Mungkinkah?
Tidak ada konflik. Tidak ada pertengkaran. Hanya diam. Hubungan mereka pun tetap baik sampai sekarang, dan Tini percaya, mereka mengambil makna dari semua percakapan ini.
Tidak ada konflik. Tidak ada pertengkaran. Hanya diam. Hubungan mereka pun tetap baik sampai sekarang, dan Tini percaya, mereka mengambil makna dari semua percakapan ini.
Dia tak pernah berharap untuk hamil lagi. Tiga anaknya sudah beranjak dewasa, dan ritme hidupnya mulai stabil. Namun, kehamilan yang datang tiba‑tiba membuatnya harus ”mereset” ulang kehidupannya.
Kadang kasih-Nya hadir melalui orang-orang yang datang pada waktu yang tepat. Seorang sahabat yang mengirim pesan ketika hati kita lelah. Seorang ibu yang menyelipkan makanan tanpa banyak kata. Seorang ayah yang diam-diam memastikan kita baik-baik saja. Mereka mungkin tidak membawa sesuatu yang besar, tetapi mereka membawa diri mereka sendiri. Dan ternyata, itulah hadiah yang paling kita rindukan.
Charles Darwin pernah menuliskan bahwa seseorang yang berani menyia-nyiakan satu jam waktunya, belum menemukan nilai kehidupan. Setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam sehari dan setiap jam adalah kesempatan untuk bertumbuh, mencintai, memahami atau sekadar menjadi diri sendiri. Menghargai waktu bukan karena obsesi produktivitas, melainkan sebagai anugerah sehingga menghargai waktu bukan sebagai beban.
Sebelum kamu menolong murid-muridmu, kamu harus ditolong terlebih dahulu. Jadilah gembala yang baik dan ambillah setiap kesempatan atau tantangan, baik yang ada saat ini maupun yang akan datang. Percayalah, Tuhan pasti menolong dan turun tangan.”
Jadilah terang di era digital
Ketikkan kebaikan yang menyejukkan hati
Jadilah garam di kolom komentar
Ketikkan dukungan yang berdampak kepada sesama
Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi tidak boleh kehilangan rasa sebagai sesama anak bangsa.
Menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung orang-orang yang ingin berkembang adalah sebuah keniscayaan. Bersama-sama berkarya untuk memulai sesuatu yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita semua. Bersama-sama belajar untuk maju menjadi versi terbaik dalam diri kita.
Dengan memberi ruang bagi anak untuk menemukan sendiri makna dari sebuah peristiwa, kita membantunya belajar bahwa tidak semua hal dapat disamaratakan.
Kuncinya adalah kasih. Dan ternyata, mengasihi adalah sebuah pilihan, bukan suatu perasaan.
Sebesar apa pun ketakutan dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan selalu lebih besar daripada setiap ”Goliat” dalam hidup kita.