
Pagi itu suasana di halaman gereja terasa berbeda. Di samping gereja berdiri sebuah standing banner bergambar Goliat berukuran sangat besar. Baru saja dipasang, banner itu langsung menyita perhatian.
Anak-anak yang datang ke Sekolah Minggu berhenti sejenak sambil menatap ke atas. Mereka spontan berseru, ”Oh… besar dan tinggi sekali!” Yang lain berkata, ”Itu manusia raksasa!” Seorang anak langsung mengenalinya, ”Oh… itu Goliat!”
Bukan hanya anak-anak. Beberapa orang tua juga mengajak anak-anaknya berfoto di depan banner itu. Ada yang bergaya menantang sang raksasa.
Tema Sekolah Minggu 26 Juli 2026: ”Aku Mau Berserah kepada Tuhan” (1 Sam. 17:40-58). Para guru sengaja memasang banner tersebut agar anak-anak dapat membayangkan betapa besar Goliat yang dihadapi Daud.
Seperti biasa setiap Minggu keempat kami melanjutkan kegiatan dengan Kelas Timoteus, yaitu pendampingan dalam kelompok kecil berisi tiga sampai empat anak bersama seorang kakak pendamping. Melalui percakapan yang hangat anak-anak diajak merefleksikan firman Tuhan dan menghubungkannya dengan pengalaman sehari-hari.
Hari itu kami mendiskusikan tiga pertanyaan:
- Apa yang membuatmu takut?
- Bagaimana kamu berserah kepada Tuhan saat takut?
- Apa yang kamu lakukan ketika merasa takut?
Di kelompok yang saya dampingi, awalnya hampir semua anak menjawab bahwa mereka tidak takut apa pun. Namun, ketika suasana semakin akrab, mereka mulai terbuka.
Seorang anak berkata, ”Aku takut ujian di sekolah, tetapi rasa takut itu hilang kalau aku belajar.”
Anak lain berkata, ”Aku takut kalau sendirian di rumah. Biasanya aku berdoa lalu menonton televisi.”
Lalu seorang anak berkata, ”Saya takut Tuhan.”
Saya bertanya, ”Takut kepada Tuhan seperti apa?”
Ia menjawab, ”Kita harus takut dan hormat kepada Tuhan supaya tidak hidup sembarangan seperti orang-orang di luar sana.”
Jawaban sederhana itu mengingatkan saya bahwa takut akan Tuhan bukan berarti takut dihukum, melainkan hidup dengan hormat dan taat kepada-Nya.
Di akhir Kelas Timoteus setiap kelompok diajak kembali melihat standing banner Goliat dan berfoto di depannya. Anak-anak yang tadi hanya kagum kini tampil percaya diri dengan berbagai gaya seolah sedang menghadapi sang raksasa.
Kami, para guru Sekolah Minggu, juga berfoto bersama sambil berkata, ”Sebesar dan setinggi apa pun kamu, Daud dapat mengalahkanmu karena pertolongan Tuhan.”
Itulah pesan yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak hari itu: Sebesar apa pun ketakutan dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan selalu lebih besar daripada setiap ”Goliat” dalam hidup kita.
Repelita Tambunan | Sobat Media
Foto: Guru Sekolah Minggu GKJ Eben-Haezer, Jakarta