Ketika
Waktu adalah kesempatan untuk berkarya! Apakah kita melakukan kehendak Allah saat datang “ketika” dalam hidup kita?
Waktu adalah kesempatan untuk berkarya! Apakah kita melakukan kehendak Allah saat datang “ketika” dalam hidup kita?
”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi pesan mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi” (Mzm. 19:2-5). Dengan Read more…
”Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih sibuk dengan urusanmu, dan kamu menindas semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta meninju dengan sewenang-wenang” (Yes. 58:3-4). Israel Demikianlah Israel pada masa Yesaya. Kemasannya bagus dan tampak kudus; isinya buruk dan cemar. Yesaya menyatakan bahwa umat Israel kontradiksi dalam dirinya Read more…
Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya.
Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan lema ”kebebasan finansial” sebagai ”kondisi keuangan seseorang yang ditandai dengan pendapatan yang telah mencukupi kebutuhan hidupnya dan bebas utang tanpa perlu bekerja aktif”. Jika kita klik Google, ada begitu banyak penjelasan tentang kebebasan finansial. Salah satunya: ”Kebebasan finansial adalah kemampuan untuk hidup sesuai dengan keinginan Read more…
”Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku!” (Mi. 6:3). Demikianlan gugatan Allah kepada umat Israel. Ya, dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Tampaknya, pada waktu itu Israel telah salah konsep berkait persembahan. Bisa jadi mereka merasa terbebani dengan semua aturan yang ada. Padahal aturan itu Read more…
”Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.” Jelas, sang tuan tidak mau bersukacita sendirian. Ia mau bersukacita bersama dengan hamba-hamba-Nya yang baik dan setia.
Kisah ”Elia dan Janda di Sarfat” (1Raj. 17:1-23) memperlihatkan bahwa Allah adalah Pribadi yang memelihara umat-Nya. Sewaktu air di sungai Kerit mengering, Allah berfirman: ”Pergi sekarang ke Sarfat di wilayah Sidon, dan tinggallah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk memberi engkau makan” (I Raj.17:9). Allah Read more…
”Sejak itu Yesus mulai memberitakan, ’Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!’” (Mat. 4:17). Demikianlah catatan penulis Injil Matius. Pertanyaan sederhana: Kapan waktunya? Waktunya adalah ketika Yesus mendengar bahwa Yohanes telah ditangkap (Mat. 4:12). Konteks ini menjadi penting. Penyingkiran itu tampaknya hendak memperlihatkan bahwa karya Allah, melalui Yohanes Pembaptis, tidak boleh Read more…
Sang Tuan telah memercayakan talenta itu kepadanya. Itu berarti ia adalah orang kepercayaan.