Menangis Bukan Jawaban
Pada akhirnya, bukan tangisan yang membawa kita melangkah, melainkan ketulusan dalam menjalani proses. Kadang, yang tidak dituruti… justru yang paling membentuk kita.
Pada akhirnya, bukan tangisan yang membawa kita melangkah, melainkan ketulusan dalam menjalani proses. Kadang, yang tidak dituruti… justru yang paling membentuk kita.
Di zaman ini kita sering merasa hidup orang lain lebih terang. Kita melihat pencapaian di layar kecil, lalu diam-diam merasa redup. Kita membandingkan langkah, hasil, bahkan berkat, seolah hidup adalah perlombaan.
Ketulusan dan kepolosan hati seorang anak mampu mengubah hati orang dewasa.
Karena pada akhirnya, kupu-kupu tidak pernah datang kepada yang mengejar melainkan kepada mereka yang membangun taman dalam hidupnya.
Tuhan yang penuh kuasa selalu memperlengkapi umat-Nya dalam menjalani kehidupan, pun dalam melayani-Nya, yang dibutuhkan adalah kepekaan kita.
Bengong menjadi sangat berharga di era digital ini. Dalam bengong, kita menyerap, mengendapkan, dan merangkai kembali hidup kita. Ide tidak muncul dari kehampaan, tetapi tanpa bengong, semua hanya lewat tanpa makna.
Dari hal-hal kecil yang sering terlewatkan ini, saya menyadari bahwa hidup memang selalu memiliki dua sisi yang seimbang. Namun pada akhirnya, hidup bukan tentang apa yang datang kepada kita, melainkan tentang pilihan apa yang kita ambil.