👁️

Apa yang terlintas ketika mendengar kata banjir?

Bagi sebagian orang, banjir mungkin hanya meninggalkan kenangan tentang jalan yang terendam, kemacetan, atau aktivitas yang terhenti. Namun, bagi saya, banjir justru menjadi salah satu guru kehidupan yang paling berkesan.

Pengalaman itu terjadi pada tahun pertama saya bekerja di sebuah sekolah yang memiliki budaya entrepreneurship. Ketika banjir besar melanda Jakarta, banyak akses transportasi lumpuh dan jalan yang biasa saya lalui tidak dapat dilewati. Dalam pikiran saya saat itu: tentu kondisi seperti ini akan dimaklumi dan saya tidak perlu masuk kerja.

Namun, dugaan saya ternyata keliru. Saat menghubungi pimpinan sekolah, saya justru diminta mencari jalan alternatif. Beliau bahkan menjelaskan beberapa rute yang mungkin masih dapat dilalui.

Jujur, saya sempat merasa bingung dan kurang dipahami. Di tengah kondisi yang serbatidak pasti, saya bertanya-tanya dalam hati apakah keputusan itu tepat. Namun, saya tetap mencoba berangkat. Sepanjang perjalanan saya mulai menyadari bahwa ketika satu jalan tertutup, selalu ada jalan lain yang dapat ditempuh jika kita bersedia mencarinya.

Saat itulah saya mulai memahami salah satu makna budaya entrepreneurship. Entrepreneurship bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga keberanian untuk mencari solusi, beradaptasi dengan keadaan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Puji Tuhan, akhirnya saya tiba di sekolah meskipun terlambat. Saat melihat saya datang, pimpinan saya berkata, ”Ms. Yunia sampai juga ke sekolah.” Kalimat sederhana itu terus teringat hingga hari ini.

Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa setiap tantangan selalu menyimpan kemungkinan untuk menemukan jalan keluar. Saya belajar untuk tidak mudah menyerah, tetap setia pada tanggung jawab, dan melihat hambatan sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Nilai itulah yang terus membentuk cara saya menghadapi kehidupan hingga hari ini.

Yunia Handayani | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: AI

Categories: Tala