Sungguh Berbeda
Bersikaplah sebagai anak-anak Allah. Keselamatan maupun berkat bukan hanya untuk kita. Orang lain juga membutuhkannya.
Bersikaplah sebagai anak-anak Allah. Keselamatan maupun berkat bukan hanya untuk kita. Orang lain juga membutuhkannya.
Pandanglah Yesus! Sebab, Ia selalu ada untuk murid-murid-Nya. Dan saat kita memandang Yesus, kita pun akan dipulihkan.
Kita pun perlu belajar bahwa semua pemberian kita adalah milik Allah semata. Dan ketika kita memberi dalam konteks sembah kepada Allah mukjizat pun terjadi.
Hidup hanyalah serangkaian keputusan yang diambil. Setiap keputusan berisiko. Dan setiap keputusan berlanjut dengan keputusan-keputusan lain yang merupakan akibat dari keputusan sebelumnya. Kedewasaan seseorang terlihat saat mampu mengambil keputusan. Pendidikan sejatinya merupakan sarana latihan bagi manusia untuk mampu mengambil keputusan. Persoalannya, banyak orang enggan mengambil keputusan karena takut disalahkan. Tak Read more
Apakah yang bisa kita pelajari dari Perumpamaan Lalang dan Gandum (Mat. 13:24-30) ini? Pertama, mustahil berharap sekeliling kita baik semata. Perhatikan awalan lagu Nyanyikanlah Kidung Baru 204: ”Di dunia yang penuh cemar….” Demikianlah kenyataannya. Dunia memang cemar. Kejahatan senantiasa ada di sekitar kita. Kejahatan akan selalu menemani kebaikan. Menarik diperhatikan, Read more
”Adalah seorang penabur yang keluar untuk menabur.” (Mat 13:3). Seorang penabur pastilah menabur. Jika tak menabur, tak layak dia menyebut diri penabur. Kalau hanya berpangku tangan setiap hari, dia lebih cocok disebut penganggur ketimbang penabur. Ya, ada penabur sedang menabur. Penabur berpengalaman pasti menaburkan benih bermutu. Awal dari usaha tani Read more
Yeremia namanya. Artinya: Kemuliaan Allah. Mungkin nama diri itulah yang membuat dia setia menjalani panggilan selaku nabi. Seorang nabi niscaya memuliakan Allah. Aneh rasanya, ada nabi yang memuliakan diri sendiri. Keinginan memuliakan Allah bukanlah tanpa konsekuensi. Di kalangan nabi sezamannya, Yeremia mungkin termasuk nabi yang paling susah karena harus menyatakan Read more
Lebih Berharga ”Bukankah dua ekor burung pipit dijual seharga satu keping uang terkecil? Namun, seekor pun tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu, janganlah takut! Kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Mat. 10:29-31). Konteks nasihat Sang Guru adalah perutusan Read more
”Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala”(Mat. 9:36). Yesus melihat. Guru dari Nazaret itu tidak menutup mata. Mata-Nya senantiasa terbuka. Keterbukaan mata itulah yang membuat-Nya mampu memahami keadaan orang banyak itu. Persoalannya, banyak orang, Read more
Apa yang hendak dikatakan penulis Injil Matius di sini? Sepertinya penulis hendak menyatakan bahwa Yesus Orang Nazaret adalah Pribadi yang peduli dan menyapa manusia dalam situasinya masing-masing. Pertama, perhatikan catatan penulis: ”Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di tempat pemungutan cukai, lalu Ia berkata Read more
Apakah yang hendak kita renungkan pada Minggu Trinitas ini? Kita harus mengaku bahwa istilah Allah Trinitas atau Allah Tritunggal adalah misteri.
”Ah, kalau saja seluruh umat Tuhan menjadi nabi, karena Tuhan memberi Roh-Nya kepada mereka!” (Bil 11:29). Demikianlah respons Musa ketika Yosua memberitahu bahwa Eldad dan Medad juga kepenuhan Roh Tuhan meski mereka berdua—entah karena apa—tidak bersama ketujuh puluh pemimpin yang menerima kuasa. Pada Hari Pentakosta ini kita bisa meneladan Musa. Read more