Ibadah yang Sejati

Perumpamaan Yesus, tertera dalam Matius 21:28-32, memang gamblang. Ada dua anak. Yang satu mulanya bilang tidak, namun akhirnya berubah pikiran dan menaati perintah ayahnya. Yang lainnya bilang mau, tetapi tidak berangkat. Gamblang karena dibuat Yesus untuk menegur para pemimpin agama saat itu. Perumpamaan itu tidak muncul dari kekosongan. Konteksnya: Percakapan Read more

Dalam Kebenaran Allah

”Sejak itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Mat. 16:21). Demikianlah catatan penulis Injil Matius. Ada keterangan waktu yang tampaknya sengaja ditempatkan: ”Sejak itu.” Mudah diduga Read more

Memilih dengan Hikmat

Hidup hanyalah serangkaian keputusan yang diambil. Setiap keputusan berisiko. Dan setiap keputusan berlanjut dengan keputusan-keputusan lain yang merupakan akibat dari keputusan sebelumnya. Kedewasaan seseorang terlihat saat mampu mengambil keputusan. Pendidikan sejatinya merupakan sarana latihan bagi manusia untuk mampu mengambil keputusan. Persoalannya, banyak orang enggan mengambil keputusan karena takut disalahkan. Tak Read more

Lalang dan Gandum

Apakah yang bisa kita pelajari dari Perumpamaan Lalang dan Gandum (Mat. 13:24-30) ini? Pertama, mustahil berharap sekeliling kita baik semata. Perhatikan awalan lagu Nyanyikanlah Kidung Baru 204: ”Di dunia yang penuh cemar….” Demikianlah kenyataannya. Dunia memang cemar. Kejahatan senantiasa ada di sekitar kita. Kejahatan akan selalu menemani kebaikan. Menarik diperhatikan, Read more