Dalam Kasih
Pekerjaan sejatinya adalah pekerjaan Allah yang dititipkan kepada kita untuk dilakoni dengan semestinya.
Pekerjaan sejatinya adalah pekerjaan Allah yang dititipkan kepada kita untuk dilakoni dengan semestinya.
Lalu menangislah Yesus (Yoh. 11:35). Hanya tiga kata. Dalam Kitab Suci tertera: Gusti Yesus muwun. Juga tiga kata. Alkitab NIV cukup dengan dua kata: Jesus wept. Yesus menangis ketika menyaksikan Maria begitu sedih karena kematian Lazarus. Ia tidak melarang Maria menangis. Tidak. Ia membiarkan Maria menangis, bahkan turut menangis bersama Read more…
Tahun Yobel Berkenaan Tahun Yobel, ada perintah Allah, melalui Musa, yang menarik disimak, yaitu: ”Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli darinya, janganlah kamu merugikan satu sama lain” (Im. 25:14). Ini jelas beda dengan sistem ekonomi duniawi yang berupaya meraih untung sebanyak-banyaknya. Ekonomi Allah—ekonomi berkait erat dengan oikumene (rumah Read more…
Mari kita melihat! Dengan mata tentunya. Tak hanya mata fisik, juga mata hati. Mata fisik tentu baik untuk melihat. Melihat apa yang tampak. Namun, ada bahayanya. Mata fisik membuat kita bisa salah bersikap, bahkan bertindak, sebagaimana Samuel dan para murid Yesus. Samuel Allah meminta Samuel untuk berhenti berduka karena Allah Read more…
”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Ef. 2:10). Inilah peneguhan, sekaligus nasihat, Paulus kepada pembacanya. Ada beberapa hal yang menarik disimak di sini. Pertama, Paulus hendak mengingatkan warga jemaat di Efesus—juga setiap Read more…
Kisah di Masa dan Meriba mungkin membingungkan kita. Mulanya, penulis mencatat: ”Mereka berjalan dari persinggahan ke persinggahan sesuai dengan titah Tuhan” (Kel. 17:1). Artinya, taat. Jika Tiang Awan atau Tiang Api itu bergerak, Israel pun bergerak. Jika Tiang Api atau Tiang Awan itu berhenti, mereka berkemah. Tiada protes. Semua menaati Read more…
”Yesus berkata kepada mereka, ’Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan’” (Mat. 14:16). Demikianlah tanggapan Yesus Orang Nazaret atas usul para murid-Nya. Usul para murid bukan sembarang usul. Usul itu lahir dari kepedulian. Penulis Injil Matius mencatat: ”Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, ’Tempat ini terpencil dan Read more…
”Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya, dan Lot pun ikut bersama dia. Abram berumur tujuh puluh lima tahun ketika ia berangkat dari Haran” (Kej. 12:4). Kepergian Abram merupakan tanggapan positif atas firman Allah. Jika diperhatikan, ini menariknya, Abram tak lagi muda saat Allah memintanya pergi dari Haran dan Read more…
Di manakah letak kesalahan pembuatan Menara Babel? Kesalahan terbesar pastilah bukan pada menara itu sendiri. Bukan, bukan itu masalah utamanya hingga Allah menghentikan pembangunan menara tersebut. Menara itu tidak mempunyai satu kesalahan pun. Kesalahan tidak pula terletak pada kemampuan manusia membangun menara tersebut. Bagaimanapun, manusia—yang dicipta menurut gambar dan rupa Read more…
Manusia tak luput dari cobaan. Yesus, Allah yang menjadi manusia, pun demikian (Mat. 4:11). Dan tiga cobaan itu sejatinya mengarah pada satu titik: cobaan menjadi penguasa. Mari kita telaah satu demi satu! Cobaan pertama: Keinginan untuk menguasai alam. Inti cobaan ini ialah pemuasan keinginan manusia untuk bebas dari hukum-hukum alam. Read more…