Bukan Surat Pribadi
Sepertinya dia diutus untuk menulis sebagai wakil dari komunitas orang percaya pada waktu itu, yang ditulis bukanlah iman pribadi, tetapi iman komunitas orang percaya.
Sepertinya dia diutus untuk menulis sebagai wakil dari komunitas orang percaya pada waktu itu, yang ditulis bukanlah iman pribadi, tetapi iman komunitas orang percaya.
Tidak hanya cukup dengan menjadikan seseorang murid Tuhan dan membaptisnya. Yang tidak boleh dilupakan gereja dan setiap orang percaya adalah mengajar.
Hingga hari ini masih banyak orang yang percaya bahwa Yesus Orang Nazaret tidak pernah bangkit.
Injil Matius mencatat bahwa mereka pergi dengan takut dan sukacita yang besar. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia tertera: ”takut bercampur gembira”
Kubur Yesus dimeterai. Hal itu menutup kemungkinan orang mengambil jenazah Yesus. Sebab, membuka meterai itu berarti melawan negara.
Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka juga memberikan yang terbaik dengan cara duduk di depan kubur itu meski yang lain telah pergi.
Mungkinkah para perempuan takut karena Sang Guru telah menjadi musuh negara? Sepertinya tidak. Jika takut, mereka tidak akan melihat Yesus dari kejauhan.
Injil Matius menyatakan bahwa pengakuan ini keluar dari mulut kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya.
Tanya pun mencuat: ”Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dan tanya itu pun—kita tahu—tak pernah terjawab hingga kini.
Orang-orang yang lewat pun merasa perlu menghujat Yesus. Padahal mereka mungkin tidak tahu-menahu persoalan sebenarnya. Namun, itulah yang sering terjadi.