Jahat dan Malas
Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya.
Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya.
”Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.” Jelas, sang tuan tidak mau bersukacita sendirian. Ia mau bersukacita bersama dengan hamba-hamba-Nya yang baik dan setia.
Sang Tuan telah memercayakan talenta itu kepadanya. Itu berarti ia adalah orang kepercayaan.
Allah memercayai kita! Karena itu, menjaga kepercayaan Allah merupakan panggilan orang percaya.
Kisah gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis bodoh ini memperlihatkan kepada kita pentingnya merespons perubahan.
Bahagia karena ia dapat membuktikan bahwa ia tetap bertindak sebagai hamba meski sang tuan sedang tidak ada di tempat.
Sang Guru menasihati para murid-Nya agar peka akan kehadiran Allah dan tidak diombang-ambingkan oleh arus angin pengajaran.
Para pengikut Kristus sepatutnya menyambut kiamat itu dengan sukacita besar, selama tetap bertahan dalam iman mereka.
Mesias adalah Firman yang menjadi Daging. Apa yang dikatakan itulah yang dilakukan-Nya. Tak ada kesenjangan antara perkataan dan perbuatan.