Makan Paskah
Yesus sudah menyiapkan smakan Paskah, bahkan Ia telah menyiapkan saat kematian-Nya.
Yesus sudah menyiapkan smakan Paskah, bahkan Ia telah menyiapkan saat kematian-Nya.
Bisa jadi kita merasa bisa menguasai uang, tetapi yang sangat mungkin terjadi kitalah yang dikuasainya, ketika itu iman sudah tak penting lagi.
Perempuan itu sungguh layak dalam mempersiapkan hari pekuburan Yesus. Dan menurut Yesus tindakannya itu akan senantiasa diingat.
Dalam konsep para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, mereka yang menangkap Yesus. Sedangkan dalam konsep Sang Guru, Ia menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap.
Waktu adalah kesempatan untuk berkarya! Apakah kita melakukan kehendak Allah saat datang “ketika” dalam hidup kita?
Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya.
”Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.” Jelas, sang tuan tidak mau bersukacita sendirian. Ia mau bersukacita bersama dengan hamba-hamba-Nya yang baik dan setia.
Sang Tuan telah memercayakan talenta itu kepadanya. Itu berarti ia adalah orang kepercayaan.
Allah memercayai kita! Karena itu, menjaga kepercayaan Allah merupakan panggilan orang percaya.
Kisah gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis bodoh ini memperlihatkan kepada kita pentingnya merespons perubahan.