Ketika
Waktu adalah kesempatan untuk berkarya! Apakah kita melakukan kehendak Allah saat datang “ketika” dalam hidup kita?
Waktu adalah kesempatan untuk berkarya! Apakah kita melakukan kehendak Allah saat datang “ketika” dalam hidup kita?
Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya.
”Jika kamu tidak bisa terbang, berlarilah. Jika kamu tidak bisa berlari, berjalanlah. Jika kamu tidak bisa berjalan, merangkaklah. Apa pun yang kamu lakukan, kamu harus terus bergerak maju.”
”Masuklah ke dalam sukacita tuanmu.” Jelas, sang tuan tidak mau bersukacita sendirian. Ia mau bersukacita bersama dengan hamba-hamba-Nya yang baik dan setia.
Di balkon kecil itu Raisa belajar bahwa Tuhan sering hadir lewat hal-hal sederhana, seperti hujan yang jatuh ke telapak tangan yang terbuka, mengajak manusia percaya dan bersyukur bersama.
Sang Tuan telah memercayakan talenta itu kepadanya. Itu berarti ia adalah orang kepercayaan.
Tidak semua orang dapat mendengarkan dengan baik, bukan karena pendengarannya tidak normal namun karena tidak memiliki kesabaran, kerendahan hati, dan kerelaan memberi ruang bagi orang lain.
Allah memercayai kita! Karena itu, menjaga kepercayaan Allah merupakan panggilan orang percaya.
Hidup bukan tentang menjadi hakim bagi dunia, tetapi menjadi pembelajar yang rendah hati.