Providensia Dei

Mari kita bicara soal providensia Dei: Pemeliharaan atau penyelenggaraan Ilahi!  Berkait providensia Dei, orang Jawa biasanya menganjurkan sikap hidup pasrah. Tak sepenuhnya salah. Namun, menjadi sangat salah ketika sikap pasrah hanya dimengerti sebagai sikap pasif, menunggu, tanpa berbuat apa-apa. Padahal, menurut Rm. Franzs Magnis Suseno dalam bukunya Etika Jawa, istilah Read more

Bersukacita

”Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku” (Mzm. 86:4). Demikianlah doa Daud. Permohonannya menjadi penting dan bermakna karena bersukacita bukan perkara gampang. Hati manusia begitu rentan dan, bak cuaca, mudah berubah. Ketika sedang makan bersama kawan di resto mahal pun, hati kita bisa berubah ketika makanan yang Read more

Bertindak Magis

”Yesus berkata kepada mereka, ’Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan’” (Mat. 14:16). Demikianlah Sang Guru menanggapi usulan para murid. Usul itu bukan sembarang usul. Bisa jadi mereka hendak meneladan Yesus. Mereka saksi bahwa Sang Guru semula hendak menata hati, tetirah sejenak, setelah mendengar kabar kematian Yohanes Pembaptis. Read more

Keyakinan Kornelius

”Pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul. Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya. Ia sujud di depan kaki Petrus dan menyembahnya” (Kis. 10:24-25) Kornelius sepertinya yakin, jika dia melaksanakan kehendak Allah, Allah akan menyiapkan segala sesuatunya sehingga Read more

Tahu Diri

”Karena Yesus melihat bagaimana para undangan berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka” (Luk. 14:7). Demikianlah konteks perumpamaan Yesus. Manusia memang makhluk pemilih. Ia diberi kemampuan oleh Sang Pencipta untuk memilih. Dan manusia cenderung memilih apa yang paling baik, enak, dan menguntungkan baginya. Itu pulalah yang disaksikan Read more

Melihat

Mari kita melihat! Dengan mata tentunya. Tak hanya mata fisik, tetapi juga mata hati. Mata fisik tentu baik untuk melihat. Namun, ada bahayanya. Mata fisik membuat kita bisa salah seperti Samuel. Allah meminta Samuel untuk berhenti berduka karena Allah telah memilih seorang raja bagi Israel. Itulah situasi dan kondisi Samuel—dia Read more