Akulah TUHAN, Allahmu

”Akulah TUHAN, Allahmu”. Demikianlah refrein yang terdengar ketika Musa menyampaikan hukum antarmanusia kepada umat Israel (Im. 19:1-18). Kata ”TUHAN” merupakan terjemahan untuk nama diri ”Yahwe”. Orang Israel sangat menghormati nama diri Yahwe. Ketika membaca Kitab Suci mendapatkan nama tersebut, mereka tidak akan mengucapkan ”Yahwe”, melainkan ”Adonai”, yang berarti Tuan! Jika Read more

Menyenangkan Allah

”Kamu sendiri pun memang tahu, Saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antara kamu tidaklah sia-sia” (1Tes. 2:1).   Paulus pribadi transparan. Tak ada yang disembunyikan. Ia mengajak orang-orang yang pernah dilayaninya untuk mengambil kesimpulan mengenai pelayanannya selama di Tesalonika. Jika pelayanan Paulus sungguh tak berterima di mata warga jemaat di Tesalonika, Read more

Patung Lembu Emas

”Apa yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” (Kel. 32:21). Musa marah kepada Harun. Tak habis dipikirnya, mengapa Harun menggugu keinginan umat Israel untuk membuat Allah. Musa marah karena kakaknya adalah pemimpin umat. Harun tak mau disalahkan. Ia membela diri: ”Janganlah bangkit amarahmu, Read more

Pentingnya Sejarah

”Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, arahkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut menyampaikan amsal, aku mau mengisahkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan Read more

Kereta

Berkait kereta, saya teringat dua lagu. Yang pertama lagu kanak-kanak: Naik Kereta Api. ”Naik kereta api, tut-tut-tut/Siapa hendak turut?/Ke Bandung, Surabaya/Bolehlah naik dengan percuma/Ayo kawanku lekas naik/Keretaku tak berhenti lama.” Lagunya ceria. Sang penyanyi mengajak kawan-kawannya naik kereta apinya. Dan semuanya serbagratis. Terkesan buru-buru karena keretanya tak berhenti lama untuk Read more

Providensia Dei

Mari kita bicara soal providensia Dei: Pemeliharaan atau penyelenggaraan Ilahi!  Berkait providensia Dei, orang Jawa biasanya menganjurkan sikap hidup pasrah. Tak sepenuhnya salah. Namun, menjadi sangat salah ketika sikap pasrah hanya dimengerti sebagai sikap pasif, menunggu, tanpa berbuat apa-apa. Padahal, menurut Rm. Franzs Magnis Suseno dalam bukunya Etika Jawa, istilah Read more

Bersukacita

”Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku” (Mzm. 86:4). Demikianlah doa Daud. Permohonannya menjadi penting dan bermakna karena bersukacita bukan perkara gampang. Hati manusia begitu rentan dan, bak cuaca, mudah berubah. Ketika sedang makan bersama kawan di resto mahal pun, hati kita bisa berubah ketika makanan yang Read more