Menangis dengan Sedih
Petrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Read morePetrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Read moreYesus Orang Nazaret memang pribadi yang berintegritas. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mengatakan apa yang dilakukan-Nya.
Read morePetrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak.
Read moreDari hal-hal kecil yang sering terlewatkan ini, saya menyadari bahwa hidup memang selalu memiliki dua sisi yang seimbang. Namun pada akhirnya, hidup bukan tentang apa yang datang kepada kita, melainkan tentang pilihan apa yang kita ambil.
Aneh rasanya jika seorang masih merasa diri murid tega mengkhianati gurunya.
Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Duduklah di sini. Aku mau ke sana untuk berdoa.”
Sang Guru hendak menyatakan bahwa peristiwa penyangkalan itu terjadi masih di malam yang sama. Ya, tinggal sesaat lagi.
”Inilah makanan dan minuman yang sungguh-sungguh berbeda.” Tubuh-Nya dan darah-Nya sungguh menyelamatkan dan bersifat kekal.
Tidak banyak pribadi yang menyisihkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk berdedikasi dalam pelayanan media sosial, apalagi di tengah era validasi yang mementingkan ”like”, ”love”, ataupun pujian. Padahal melayani Tuhan bukan soal panggung, tetapi soal hati yang tetap taat saat tidak ada yang melihat.
Pekerjaan sejatinya adalah pekerjaan Allah yang dititipkan kepada kita untuk dilakoni dengan semestinya.