Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?
Tanya pun mencuat: ”Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dan tanya itu pun—kita tahu—tak pernah terjawab hingga kini.
Read moreTanya pun mencuat: ”Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dan tanya itu pun—kita tahu—tak pernah terjawab hingga kini.
Read moreOrang-orang yang lewat pun merasa perlu menghujat Yesus. Padahal mereka mungkin tidak tahu-menahu persoalan sebenarnya. Namun, itulah yang sering terjadi.
Read morePara serdadu itu melampiaskan perasaan mereka kepada Yesus dan menjadikan penderitaan orang lain sebagai barang tontotan, juga olok-olokan.
Read moreOrang banyak itu memilih Yesus Barabas untuk dibebaskan! Pada titik ini Pilatus berhasil menjadikan suara kebencian itu menjadi legal.
Yudas merasa tak ada lagi jalan keluar. Ia tak punya lagi harapan. Ia sungguh tidak mengenal gurunya dan karena itu, bunuh diri menjadi keniscayaan.
Vonis sudah dijatuhkan. Kesepakatan telah bulat. Yesus Orang Nazaret harus mati. Sang Guru tak pantas hidup.
Petrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Dari hal-hal kecil yang sering terlewatkan ini, saya menyadari bahwa hidup memang selalu memiliki dua sisi yang seimbang. Namun pada akhirnya, hidup bukan tentang apa yang datang kepada kita, melainkan tentang pilihan apa yang kita ambil.
Yesus Orang Nazaret memang pribadi yang berintegritas. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mengatakan apa yang dilakukan-Nya.