Antikristus
Bukan karena kekuatan akal budi manusia mereka percaya, tetapi karena pengurapan Roh Kudus saja.
Bukan karena kekuatan akal budi manusia mereka percaya, tetapi karena pengurapan Roh Kudus saja.
Menunggu jawaban dari Tuhan tidak bisa hanya berpangku tangan, perlu perjuangan dan kesabaran dalam melakukan bagian kita. Dari waktu ke waktu Tuhan membentuk karakter kita, mengajar kita untuk bertekun, berakar dalam firman-Nya dan percaya. Teruslah berharap kepada Tuhan dan pada waktunya kita akan melihat keindahan yang Dia rancangkan sejak semula.
”Yesus berkata kepada mereka, ’Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan’” (Mat. 14:16). Demikianlah Sang Guru menanggapi usulan para murid. Usul itu bukan sembarang usul. Bisa jadi mereka hendak meneladan Yesus. Mereka saksi bahwa Sang Guru semula hendak Read more
Apa yang hendak dikatakan penulis Injil Matius di sini? Sepertinya penulis hendak menyatakan bahwa Yesus Orang Nazaret adalah Pribadi yang peduli dan menyapa manusia dalam situasinya masing-masing. Pertama, perhatikan catatan penulis: ”Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang Read more
Mengasihi dunia akan membuat kita lenyap bersamanya. Karena itu, kita semua dipanggil untuk menuruti kehendak Allah.
Pada akhirnya, bukan tangisan yang membawa kita melangkah, melainkan ketulusan dalam menjalani proses. Kadang, yang tidak dituruti… justru yang paling membentuk kita.
Ayub percaya bahwa Allah tidak akan diam saja dan akan membela dirinya. Dan kita tahu akhir ceritanya: Ayub tidak bunuh diri dan tetap hidup sebagai milik Allah.
Apakah yang hendak kita renungkan pada Minggu Trinitas ini? Kita harus mengaku bahwa istilah Allah Trinitas atau Allah Tritunggal adalah misteri.
Pengampunan dosa berkait erat pengenalan akan Allah dan mengalahkan kejahatan.
Di zaman ini kita sering merasa hidup orang lain lebih terang. Kita melihat pencapaian di layar kecil, lalu diam-diam merasa redup. Kita membandingkan langkah, hasil, bahkan berkat, seolah hidup adalah perlombaan.