Tuduhan Mahkamah Agama
Yesus Orang Nazaret memang pribadi yang berintegritas. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mengatakan apa yang dilakukan-Nya.
Read moreYesus Orang Nazaret memang pribadi yang berintegritas. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mengatakan apa yang dilakukan-Nya.
Read morePetrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak.
Read moreAneh rasanya jika seorang masih merasa diri murid tega mengkhianati gurunya.
Read moreDari hal-hal kecil yang sering terlewatkan ini, saya menyadari bahwa hidup memang selalu memiliki dua sisi yang seimbang. Namun pada akhirnya, hidup bukan tentang apa yang datang kepada kita, melainkan tentang pilihan apa yang kita ambil.
Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Duduklah di sini. Aku mau ke sana untuk berdoa.”
Sang Guru hendak menyatakan bahwa peristiwa penyangkalan itu terjadi masih di malam yang sama. Ya, tinggal sesaat lagi.
”Inilah makanan dan minuman yang sungguh-sungguh berbeda.” Tubuh-Nya dan darah-Nya sungguh menyelamatkan dan bersifat kekal.
Tidak banyak pribadi yang menyisihkan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk berdedikasi dalam pelayanan media sosial, apalagi di tengah era validasi yang mementingkan ”like”, ”love”, ataupun pujian. Padahal melayani Tuhan bukan soal panggung, tetapi soal hati yang tetap taat saat tidak ada yang melihat.
Pekerjaan sejatinya adalah pekerjaan Allah yang dititipkan kepada kita untuk dilakoni dengan semestinya.
Lalu menangislah Yesus (Yoh. 11:35). Hanya tiga kata. Dalam Kitab Suci tertera: Gusti Yesus muwun. Juga tiga kata. Alkitab NIV cukup dengan dua kata: Jesus wept. Yesus menangis ketika menyaksikan Maria begitu sedih karena kematian Lazarus. Ia tidak melarang Maria Read more…