Ketika Goliat Berdiri di Samping Gereja
Sebesar apa pun ketakutan dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan selalu lebih besar daripada setiap ”Goliat” dalam hidup kita.
Sebesar apa pun ketakutan dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan selalu lebih besar daripada setiap ”Goliat” dalam hidup kita.
”Pernahkah engkau melihat orang yang mahir dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Ams. 22:29). Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini: ”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap melakukan pekerjaannya? Orang itu akan dipekerjakan Read more
”Elia pun ketakutan, lalu pergi menyelamatkan dirinya” (1Raj. 19:3). Demikianlah catatan penulis Kitab 1 Raja-raja. Mengapa takut? Bukankah dia telah membunuh semua nabi Baal atas pertolongan rakyat Israel. Bukankah dalam kuasa Allah hujan turun. Bukankah namanya Elia? Artinya Yahwe adalah Read more
Ketika hati kita mulai menyalahkan kita bahwa kita tidak mungkin berbuat benar, kita boleh menetapkan diri bahwa kita telah dibenarkan Allah.
Sekecil apa pun impian itu, layak diberi ruang untuk bertumbuh. Karena bisa jadi dari mimpi yang tampak sederhana itulah Tuhan sedang menyiapkan sebuah panggilan yang akan memberi dampak bagi banyak orang.
”Yesus berkata, ’Bawalah kemari kepada-Ku’” (Mat. 14:18). Demikianlah perintah Sang Guru kepada para murid-Nya. Perintah itu muncul karena para murid mempertanyakan kemungkinan pemberian makan kepada 5.000 orang laki-laki dengan lima roti dan ikan. Mereka sungguh bingung, terkesan frustasi, dengan titah Read more
”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” (Mat. 14:16). Demikianlah tanggapan Yesus Orang Nazaret atas usul para murid-Nya. Usul yang bukan sembarang usul. Usul itu lahir dari kepedulian terhadap orang banyak itu. Penulis Injil Matius mencatat: ”Menjelang malam, Read more
Satu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
”Kamu sendiri pun memang tahu, Saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antara kamu tidaklah sia-sia” (1Tes. 2:1). Paulus pribadi transparan. Tak ada yang disembunyikan. Ia mengajak orang-orang yang pernah dilayaninya untuk mengambil kesimpulan mengenai pelayanannya selama di Tesalonika. Jika pelayanan Read more