Mengenal Kasih
Satu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
Satu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
”Kamu sendiri pun memang tahu, Saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antara kamu tidaklah sia-sia” (1Tes. 2:1). Paulus pribadi transparan. Tak ada yang disembunyikan. Ia mengajak orang-orang yang pernah dilayaninya untuk mengambil kesimpulan mengenai pelayanannya selama di Tesalonika. Jika pelayanan Read more
Hidup hanyalah serangkaian keputusan yang diambil. Setiap keputusan berisiko. Dan setiap keputusan berlanjut dengan keputusan-keputusan lain yang merupakan akibat dari keputusan sebelumnya. Kedewasaan seseorang terlihat saat mampu mengambil keputusan. Pendidikan sejatinya merupakan sarana latihan bagi manusia untuk mampu mengambil keputusan. Read more
Kain membunuh orang yang pernah menghuni rahim yang sama dengannya. Penulis menyimpulkan bahwa segala perbuatan Kain jahat semata.
Marilah kita jaga warisan budaya kita, dan mau belajar, karena mayoritas negara termasuk Indonesia, mengadopsi sistem first to file untuk merek dagang, siapa yang pertama mendaftarkan, dia yang diakui.
”Apa yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” (Kel. 32:21). Musa marah kepada Harun. Tak habis dipikirnya, mengapa Harun menggugu keinginan umat Israel untuk membuat Allah. Musa marah karena kakaknya adalah pemimpin umat. Read more
Apakah yang bisa kita pelajari dari Perumpamaan Lalang dan Gandum (Mat. 13:24-30) ini? Pertama, mustahil berharap sekeliling kita baik semata. Perhatikan awalan lagu Nyanyikanlah Kidung Baru 204: ”Di dunia yang penuh cemar….” Demikianlah kenyataannya. Dunia memang cemar. Kejahatan senantiasa ada Read more
Mengasihi saudara. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang terdekat. Dan yang sering terjadi, tak mudah mengasihi orang-orang terdekat.
Bunga matahari tidak pernah mengubah arah matahari, tetapi arah hadapnya menentukan terang yang diterimanya. Demikian pula kita tidak selalu dapat mengubah keadaan hidup, tetapi kita dapat memilih mengarahkan hati kepada Kristus. Saat hati tertuju kepada-Nya, kasih karunia-Nya mengubah ketakutan menjadi iman, keputusasaan menjadi pengharapan, dan kelemahan menjadi kekuatan untuk tetap setia.