Mimpi Kecil Menjadi Jalan Hidup
Sekecil apa pun impian itu, layak diberi ruang untuk bertumbuh. Karena bisa jadi dari mimpi yang tampak sederhana itulah Tuhan sedang menyiapkan sebuah panggilan yang akan memberi dampak bagi banyak orang.
Sekecil apa pun impian itu, layak diberi ruang untuk bertumbuh. Karena bisa jadi dari mimpi yang tampak sederhana itulah Tuhan sedang menyiapkan sebuah panggilan yang akan memberi dampak bagi banyak orang.
”Yesus berkata, ’Bawalah kemari kepada-Ku’” (Mat. 14:18). Demikianlah perintah Sang Guru kepada para murid-Nya. Perintah itu muncul karena para murid mempertanyakan kemungkinan pemberian makan kepada 5.000 orang laki-laki dengan lima roti dan ikan. Mereka sungguh bingung, terkesan frustasi, dengan titah Yesus untuk memberi makan orang banyak itu. Ya, Hitung-hitungannya memang tidak masuk akal. Namun, mereka tak berani menawar titah Yesus. Titah Sang Guru tak mungkin ditolak. Menyaksikan sumber daya yang ada, mungkinkah titah itu dilaksanakan? Read more
”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan” (Mat. 14:16). Demikianlah tanggapan Yesus Orang Nazaret atas usul para murid-Nya. Usul yang bukan sembarang usul. Usul itu lahir dari kepedulian terhadap orang banyak itu. Penulis Injil Matius mencatat: ”Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, ’Tempat ini terpencil dan hari mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi ke desa-desa supaya dapat membeli makanan bagi mereka sendiri’” (Mat. 14:15). Jelas, para murid tidak memikirkan diri mereka Read more
Satu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
”Kamu sendiri pun memang tahu, Saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antara kamu tidaklah sia-sia” (1Tes. 2:1). Paulus pribadi transparan. Tak ada yang disembunyikan. Ia mengajak orang-orang yang pernah dilayaninya untuk mengambil kesimpulan mengenai pelayanannya selama di Tesalonika. Jika pelayanan Paulus sungguh tak berterima di mata warga jemaat di Tesalonika, apa yang ditulisnya akan dianggap asbun. Menariknya lagi, Paulus menggunakan ragam komunikasi tulisan. Kalau hanya lisan, ketika ada orang yang sungguh tahu situasinya, Paulus bisa Read more
Hidup hanyalah serangkaian keputusan yang diambil. Setiap keputusan berisiko. Dan setiap keputusan berlanjut dengan keputusan-keputusan lain yang merupakan akibat dari keputusan sebelumnya. Kedewasaan seseorang terlihat saat mampu mengambil keputusan. Pendidikan sejatinya merupakan sarana latihan bagi manusia untuk mampu mengambil keputusan. Persoalannya, banyak orang enggan mengambil keputusan karena takut disalahkan. Tak sedikit orang lebih lebih suka menggantungkan dirinya kepada orang lain. Belajar dari Salomo Memang tak gampang membuat keputusan. Kita membutuhkan hikmat. Bicara soal hikmat, kita Read more
Kain membunuh orang yang pernah menghuni rahim yang sama dengannya. Penulis menyimpulkan bahwa segala perbuatan Kain jahat semata.
Marilah kita jaga warisan budaya kita, dan mau belajar, karena mayoritas negara termasuk Indonesia, mengadopsi sistem first to file untuk merek dagang, siapa yang pertama mendaftarkan, dia yang diakui.
”Apa yang telah dilakukan bangsa ini kepadamu, sampai-sampai engkau menimbulkan dosa sebesar itu kepada mereka?” (Kel. 32:21). Musa marah kepada Harun. Tak habis dipikirnya, mengapa Harun menggugu keinginan umat Israel untuk membuat Allah. Musa marah karena kakaknya adalah pemimpin umat. Harun tak mau disalahkan. Ia membela diri: ”Janganlah bangkit amarahmu, Tuanku! Tuan sendiri mengetahui bangsa ini cenderung jahat” (Kel. 32:22). Harun menyalahkan umat Israel. Benarkah tindakan Harun itu? Tentu tidak. Sebab, Harun adalah pemimpin. Sebagai Read more