Ketaatan kepada Allah
Percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama sebagai buah dari kepercayaan itu. Kepercayaan bukanlah pesan kosong. Kepercayaan itu mesti tampak dalam keseharian kita.
Read morePercaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama sebagai buah dari kepercayaan itu. Kepercayaan bukanlah pesan kosong. Kepercayaan itu mesti tampak dalam keseharian kita.
Read moreKetika hati kita mulai menyalahkan kita bahwa kita tidak mungkin berbuat benar, kita boleh menetapkan diri bahwa kita telah dibenarkan Allah.
Read moreSatu-satunya alasan Yesus Orang Nazaret mati di kayu salib adalah kasih. Tak ada alasan lain.
Read moreKuncinya adalah kasih. Dan ternyata, mengasihi adalah sebuah pilihan, bukan suatu perasaan, karena Tuhan memberikan pilihan untuk mengasihi. Mengampuni bukanlah melupakan, tetapi memilih tidak membiarkan masa lalu mengendalikan masa depan.
”Akulah TUHAN, Allahmu”. Demikianlah refrein yang terdengar ketika Musa menyampaikan hukum antarmanusia kepada umat Israel (Im. 19:1-18). Kata ”TUHAN” merupakan terjemahan untuk nama diri ”Yahwe”. Orang Israel sangat menghormati nama diri Yahwe. Ketika membaca Kitab Suci mendapatkan nama tersebut, mereka Read more
Bacaan Injil, yang disediakan leksionari pada Minggu 16 Agustus 2026, memperlihatkan dua respons berbeda (Mat. 15:10-28). Konteks keduanya sama: Percakapan dengan Yesus Orang Nazaret. Namun, tanggapan kawan bicara Yesus sungguh berbeda. Beberapa Orang Farisi dan Ahli Taurat Berkait percakapan Yesus Read more
Sebesar apa pun ketakutan dan persoalan yang kita hadapi, Tuhan selalu lebih besar daripada setiap ”Goliat” dalam hidup kita.
”Pernahkah engkau melihat orang yang mahir dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Ams. 22:29). Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini: ”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap melakukan pekerjaannya? Orang itu akan dipekerjakan Read more
Pandanglah Yesus! Sebab, Ia selalu ada untuk murid-murid-Nya. Dan saat kita memandang Yesus, kita pun akan dipulihkan.
Sekecil apa pun impian itu, layak diberi ruang untuk bertumbuh. Karena bisa jadi dari mimpi yang tampak sederhana itulah Tuhan sedang menyiapkan sebuah panggilan yang akan memberi dampak bagi banyak orang.
”Yesus berkata, ’Bawalah kemari kepada-Ku’” (Mat. 14:18). Demikianlah perintah Sang Guru kepada para murid-Nya. Perintah itu muncul karena para murid mempertanyakan kemungkinan pemberian makan kepada 5.000 orang laki-laki dengan lima roti dan ikan. Mereka sungguh bingung, terkesan frustasi, dengan titah Read more