Memberikan yang Terbaik
Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka juga memberikan yang terbaik dengan cara duduk di depan kubur itu meski yang lain telah pergi.
Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka juga memberikan yang terbaik dengan cara duduk di depan kubur itu meski yang lain telah pergi.
Mungkinkah para perempuan takut karena Sang Guru telah menjadi musuh negara? Sepertinya tidak. Jika takut, mereka tidak akan melihat Yesus dari kejauhan.
Injil Matius menyatakan bahwa pengakuan ini keluar dari mulut kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya.
Tanya pun mencuat: ”Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dan tanya itu pun—kita tahu—tak pernah terjawab hingga kini.
Orang-orang yang lewat pun merasa perlu menghujat Yesus. Padahal mereka mungkin tidak tahu-menahu persoalan sebenarnya. Namun, itulah yang sering terjadi.
Para serdadu itu melampiaskan perasaan mereka kepada Yesus dan menjadikan penderitaan orang lain sebagai barang tontotan, juga olok-olokan.
Orang banyak itu memilih Yesus Barabas untuk dibebaskan! Pada titik ini Pilatus berhasil menjadikan suara kebencian itu menjadi legal.
Yudas merasa tak ada lagi jalan keluar. Ia tak punya lagi harapan. Ia sungguh tidak mengenal gurunya dan karena itu, bunuh diri menjadi keniscayaan.
Vonis sudah dijatuhkan. Kesepakatan telah bulat. Yesus Orang Nazaret harus mati. Sang Guru tak pantas hidup.