Belajar Mendengarkan
Tidak semua orang dapat mendengarkan dengan baik, bukan karena pendengarannya tidak normal namun karena tidak memiliki kesabaran, kerendahan hati, dan kerelaan memberi ruang bagi orang lain.
Tidak semua orang dapat mendengarkan dengan baik, bukan karena pendengarannya tidak normal namun karena tidak memiliki kesabaran, kerendahan hati, dan kerelaan memberi ruang bagi orang lain.
Yosua 8–12 memperlihatkan ungkapan yang sering diulang, bak refrein, ”sesuai dengan firman TUHAN” dan ”seperti yang diperintahkan TUHAN”. Kedua ungkapan itu sama maknanya: Israel, baik pemimpinnya maupun rakyatnya, melakukan segala sesuatu sesuai kehendak TUHAN. Tindakan ini logis. Israel adalah milik Read more…
”Engkau Adalah Simon, anak Yohanes, Engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)” (Yoh. 1:42). Yesus tidak hanya memanggil namanya: Simon. Ia menambahkannya dengan “anak Yohanes” dan “Kefas, yang artinya Petrus”. Dan Sapaan itu, jika diperhatikan, berkait masa kini, lampau, dan depan. Read more…
Allah memercayai kita! Karena itu, menjaga kepercayaan Allah merupakan panggilan orang percaya.
Hidup bukan tentang menjadi hakim bagi dunia, tetapi menjadi pembelajar yang rendah hati.
Kisah pembagian tanah Kanaan (Yos. 13–15) menampilkan sosok Kaleb bin Yefune, seorang veteran bangsa Israel. Bersama Yosua bin Nun, Kaleb gigih memperjuangkan visi yang telah Allah tanamkan dalam diri bangsa Israel—memasuki Tanah Perjanjian. Ketika semua pengintai—yang diutus Musa memata-matai bangsa Read more…
”Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17). Berkenan berarti merasa senang. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Ia menyenangkan hati-Ku.” Ini semacam deklarasi. Allah Bapa menyatakan kepada dunia bahwa Yesus Orang Nazaret adalah Read more…
Meskipun kecil lidah memiliki dampak yang besar. Lidah dapat mengeluarkan kata-kata berkat untuk membangun, maupun kutuk yang menghancurkan.
Kisah gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis bodoh ini memperlihatkan kepada kita pentingnya merespons perubahan.
”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?” (Mat. 2:2). Orang-orang majus itu bertanya-tanya. Mereka bertanya, tetapi tidak mendapat jawaban. Karena itu, mereka bertanya-tanya. Bertanya-tanya berarti lebih dari sekali bertanya. Mungkin mereka sudah berulang kali bertanya. Apa mau Read more…