
Kagum mencipta mimpi. Pernah mengalaminya?
Saya mengaguminya. Lembut dan cantik. Penuh kasih, namun tetap tegas. Menegur dengan kasih tanpa kehilangan ketegasannya. Beliau guru TK saya. Impian pun muncul: Menjadi guru seperti dirinya saat dewasa.
Impian itu terus tumbuh. Lingkungan keluarga turut memperkuatnya. Saya lahir dari keluarga pendidik. Kakek dan ibu saya guru. Bapak saya pendeta, yang mengajar dan mendidik umat.
Orang tua saya sangat menghargai kreativitas dan memberi ruang untuk anak-anaknya bereksplorasi. Mereka membiarkan kami corat-coret tembok, meskipun konsekuensinya harus mengecat rumah setiap tahun.
Saat kelas dua SD saya melakukan role play menjadi guru dengan menulis di papan tulis. Di sekitarnya disusun bangku-bangku kecil. Saya senang sekali karena orang tua saya memfasilitasi dengan membelikan alat dan bahan yang mendukung, dan saya merasa menjadi guru sungguhan.
Pengalaman lain yang juga semakin menguatkan mimpi saya: Saat guru Sekolah Minggu kewalahan mengatasi salah satu anak, saya justru memiliki hubungan yang erat dan hangat dengan anak itu. Momen tersebut membuat saya yakin setiap orang memiliki panggilannya masing-masing.
Berbekal kekaguman, impian, lingkungan yang mendukung, dan pengalaman yang berkesan, saya meyakinkan diri untuk melangkah ke dunia pendidikan. Saya pun mengambil kuliah keguruan.
Beragam pengalaman telah membentuk dan membawa saya menekuni dunia pendidikan selama kurang lebih 25 tahun. Impian yang lebih besar bagi pendidikan pun tercipta. Akankah tercapai? Belum tahu, tetapi yang pasti perlu terus belajar, memperluas wawasan, membangun relasi, dan menyerahkan setiap langkah kepada Tuhan.
Kini saya semakin percaya bahwa impian masa kecil, ketika dipelihara dengan tekun dan didukung oleh lingkungan yang baik, dapat membentuk jalan hidup seseorang. Sekecil apa pun impian itu, layak diberi ruang untuk bertumbuh. Karena bisa jadi dari mimpi yang tampak sederhana itulah Tuhan sedang menyiapkan sebuah panggilan yang akan memberi dampak bagi banyak orang.
Yunia Handayani | Sobat Media
Foto: AI