
Bukan Kepiting
”Serius amat sih…,” demikian komentar seseorang melihat temannya sesama peserta pelatihan yang tekun mempraktikkan beberapa hal yang telah dipelajarinya. ”Kalau saya malas ah… capek! Mending santai sembari scroll HP,” imbuhnya. Teman yang dikomentari hanya diam, dia terus berkarya.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini banyak orang menyadari bahwa untuk mengubah sekitar agar menjadi lebih baik itu tidak mudah, itu sebabnya mereka memulai dari diri sendiri. Banyak di antara mereka yang memberanikan diri mencoba hal baru, baik melalui pelatihan, media sosial, atau buku-buku yang mereka pelajari.
Lingkungan berpengaruh besar terhadap perkembangan seseorang. Orang-orang di sekitar dapat menjadi pendorong yang menginspirasi. Mereka hadir tidak hanya saat seseorang sukses, tetapi juga hadir saat seseorang terjatuh untuk menolongnya bangkit kembali. Kehadiran mereka memberi nasihat, menularkan semangat, dan menunjukkan kasih yang tulus. Ibarat perlombaan panjat pinang mereka saling bekerja sama mendorong ke atas untuk bersama-sama mendapatkan hadiah.
Sebaliknya, dalam lingkungan yang tidak mendukung, seseorang yang memiliki potensi tidak mudah berkembang. Begitu hendak berkembang sedikit saja langsung ditarik ke bawah, misalnya dengan komunikasi yang menguras energi, meremehkan bahkan mengkritik tanpa ada hasrat untuk membangun sehingga merusak kepercayaan diri. Seperti kepiting yang ditaruh di dalam ember. Ketika ada satu kepiting memanjat dinding ember, kepiting yang lain akan menariknya ke bawah.
Bagaimana dengan kita? Menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung orang-orang yang ingin berkembang adalah sebuah keniscayaan. Bersama-sama berkarya untuk memulai sesuatu yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita semua. Bersama-sama belajar untuk maju menjadi versi terbaik dalam diri kita, seperti kata Theodore Roosevelt, ”Lakukan apa yang kamu bisa, dengan apa yang kamu miliki, di mana pun kamu berada.” Sehingga apa pun yang kita lakukan memberi dampak yang dibutuhkan oleh dunia.
Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Foto: Unsplash/Manorie Kodithuwakku