👁️

Ketaatan kepada Allah

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 3:21-24

”Saudara-saudara yang terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, kita mempunyai keberanian untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari Dia, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Inilah perintah-Nya: Supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Siapa yang menuruti segala perintah-Nya, tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dengan inilah kita ketahui bahwa Allah tinggal di dalam kita, yaitu dengan Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.”

Sepertinya penulis Kitab 1 Yohanes hendak menegaskan kepada pembaca suratnya bahwa jalan terbaik dari tuduhan hati kita adalah menaati kehendak Allah tanpa syarat. Dengan kata lain semua bersumber pada kerinduan untuk hidup seperti yang diperkenan-Nya. Itulah yang membuat diri kita tenang. Ketenangan ini pulalah yang memberanikan kita untuk tetap hadir di hadapan Allah.

Intinya adalah percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama sebagai buah dari kepercayaan itu. Kepercayaan bukanlah pesan kosong. Kepercayaan itu mesti tampak dalam keseharian kita. Dan mengasihi sesama merupakan bukti dari kepercayaan itu.

Ketaatan kepada Allah menjadikan setiap orang percaya tetap menyatu dengan Allah. Kisah Adam dan Hawa bisa menjadi contoh terbaik. Ketika tidak menaati Allah, mereka sendiri telah membuat batas antara diri mereka dengan Allah. Mereka telah terpisah dari Allah.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: freepix

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!