
Pengabulan Doa
Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 5:13-15
”Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. Inilah keberanian kita untuk datang kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”
Selama kita percaya kepada Anak Allah hidup kekal tak lagi utopia. Mengapa? Sebab saat percaya kepada Yesus Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Allah Bapa pasti menghendaki anak-anak-Nya bersama Dia di dalam kekekalan. Logika macam begini layak dipercaya.
Tak hanya itu. Sebagai anak-anak Allah kita memperoleh keberanian untuk meminta kepada Bapa. Tentu saja ada syaratnya, yakni: seturut kehendak-Nya. Persoalannya sering di sini. Orang berdoa untuk kepuasan hatinya sendiri, yang sering kali memang tak sejalan dengan kehendak Allah.
Sekali lagi, syaratnya adalah seturut kehendak Allah. Ketika doa kita seturut kehendak Allah, kita juga boleh berani percaya bahwa kita akan memperoleh apa yang kita doakan. Itulah iman.
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Dan kita berani menghadap Allah, karena kita yakin Ia mengabulkan doa kita, kalau kita minta apa saja yang sesuai dengan kehendak-Nya. Karena kita tahu bahwa Ia mendengarkan kita kalau kita memohon kepada-Nya, maka kita tahu juga bahwa Ia memberikan kita apa yang kita minta daripada-Nya.”
Ya, selama seturut kehendak-Nya, kita boleh percaya bahwa kita telah mendapatkannya. Dan itu bukan kesombongan rohani.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!