👁️

Hidup di dalam Kasih

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 2Yoh. 1:4-6

”Aku sangat bersukacita karena mendapati bahwa sebagian dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Sekarang aku minta kepadamu, Ibu—bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah kita miliki sejak semula—supaya kita saling mengasihi. Inilah kasih itu, yaitu kita harus hidup menurut perintah-Nya. Inilah perintah itu, yaitu kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar sejak semula.”

Penulis sangat bersukacita. Menarik diperhatikan, bukan sekadar bersukacita, tetapi sangat bersukacita. Dan itu bukan tanpa alasan.

Alasannya sederhana. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Saya gembira sekali mengetahui bahwa ada anak-anak Ibu yang hidup menurut ajaran Allah, seperti yang telah diperintahkan Allah Bapa kepada kita.”

Menarik juga diperhatikan bahwa sang penulis sangat bersukacita meskipun hanya sebagian dari warga jemaat hidup menurut ajaran Allah. Mengapa begitu? Bukankah targetnya rendah sekali?

Sepertinya penulis bersikap realistis. Agaknya ia tahu—dan cukup optomis—istilah ”sebagian” itu masih bisa bertambah lagi. Dan agar bertambah, penulis meminta kepada jemaat agar warga jemaat saling mengasihi. Saling mengasihi sepertinya menjadi cara strategis agar setiap warga jemaat rela hidup dalam kebenaran Tuhan.

Mengapa? Karena mereka telah menerima kasih. Kasih yang diterima menjadi alasan kuat bahwa hidup dalam sesuai ajaran Tuhan merupakan hal logis. Tak hanya logis, juga mungkin ini bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda


Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: aistudio

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!