👁️

Sakramen

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 5:6-12

”Inilah Dia yang telah datang melalui air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Rohlah yang bersaksi karena Roh adalah kebenaran. Sebab, ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu. Ada pula tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh, air, dan darah; dan ketiganya bersatu padu” (1Yoh. 5:6-8).

Bisa jadi, kita tidak terlalu memahami apa yang dimaksud dengan air dan darah di sini. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Yesus Kristuslah yang datang ke dunia dengan air baptisan-Nya dan dengan darah kematian-Nya. Ia datang bukan hanya dengan air saja, tetapi dengan air dan darah. Dan Roh Allah sendiri memberi kesaksian bahwa itu benar, sebab Roh tidak pernah berdusta.”

Yang dimaksud dengan air dan dan darah adalah air baptisan-Nya dan darah kematian-Nya. Inilah alasan Gereja menjadikan baptisan dan perjamuan sebagai sakramen. Baptisan dan perjamuan mengingatkan kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan yang menyatakan itu memang bukan manusia, tetapi Roh Allah sendiri.

Berkait dengan predikat anak-anak Allah, kesaksian Allah sebagai Bapa merupakan hal logis. Ini seumpama seorang anak yang diadopsi oleh seseorang. Tentunya kesaksian sang bapak yang mengangkat anak lebih diakui ketimbang sang anak sendiri yang mengatakan bahwa dia telah diadopsi.

Sakramen adalah alat pemeliharaan iman. Sakramen, baik baptis maupun perjamuan, menolong kita untuk tetap percaya bahwa melalui kematian dan kebangkitan Yesus kita diselamatkan. Dan tak ada alasan untuk tidak memercayainya.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: gbikeluargakudus

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!