👁️

Mengenal Berarti Mendengarkan

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 4:4-6

”Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu, sebab Dia yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada dia yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia. Sebab itu, mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah. Siapa yang mengenal Allah, ia mendengarkan kami. Siapa yang tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Dari hal itulah kita mengetahui Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.”

Mengenal Allah berarti mendengarkan utusan-Nya. Itulah yang hendak ditekankan penulis surat kepada para pembacanya. Jelas di sini ada hubungan di antara umat Allah. Mereka diikat oleh Roh Allah sendiri. Mereka bersama-sama mengalami persekutuan Roh. Roh Allah yang menyatukan mereka.

Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Tetapi kita adalah anak-anak Allah; dan orang yang mengenal Allah, mendengar perkataan kita. Orang yang bukan milik Allah, tidak mendengar perkataan kita. Begitulah caranya kita mengetahui perbedaan antara Roh yang memberi ajaran yang benar, dan roh yang menyesatkan.”

Jelas di sini, mendengarkan atau tidaknya seseorang bisa menjadi tanda apakah mereka anak-anak Allah atau tidak. Dengan kata lain, para pengikut Allah tidak perlu merasa kecil hati jika ada orang yang tidak mendengarkan mereka. Sebab, mereka memang bukan anak-anak Allah. Dan kenyataan ini semestinya tidak perlu membuat umat Allah merasa kesal, apalagi kecewa.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: Aistudio

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!