
Perintah-perintah-Nya Tidak Berat
Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 5:1-5
”Setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari Allah. Dengan inilah kita ketahui bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab, inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dia yang percaya bahwa Yesuslah Anak Allah?”
Logika yang dibangun penulis, meski terkesan berputar-putar, memperlihatkan kenyataan sebenarnya.
Pertama, hanya anak-anak Allahlah yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus. Di luar itu, pasti tidak akan memercayai bahwa Yesus adalah Kristus. Kategori ini menyiratkan bahwa tak mungkin orang percaya kepada Kristus dengan kekuatannya sendiri. Ia terlebih dahulu harus dilahirkan kembali oleh Allah.
Kedua, wajarlah bagi anak-anak Allah untuk mengasihi Allah Bapa. Mana ada anak normal yang tidak mengasihi ayahandanya? Serentak dengan itu, wajar pula bagi anak-anak Allah untuk mengasihi anak-anak lainnya. Dan memang itulah yang diperintahkan Allah Bapa.
Ketiga, perintah-Nya tidak berat. Bukan karena perintah-perintah itu sendiri, tetapi karena anak-anak Allah memiliki potensi mengalahkan dunia. Dunialah—juga alasan-alasan duniawilah—yang membuat bahwa perintah untuk mengasihi itu berat. Sebab, dunia cenderung mengajak manusia berpusat pada diri sendiri. Allah Bapa—yang dikenal oleh anak-anak Allah dalam Kristus—mengarahkan manusia untuk berpusat kepada-Nya. Pada titik itulah anak-anak Allah telah mengalahkan dunia.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!