👁️

Saling Mengasihi

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 1Yoh. 4:7-12

”Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Siapa yang tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1Yoh. 4:7-9).

Saling mengasihi adalah panggilan persekutuan Kristen. Menarik disimak, alasan dari panggilan itu: ”sebab kasih itu berasal dari Allah”. Karena kasih itu bukan bersumber dari diri kita, tetapi bersumber dari Allah, mengasihi orang lain menjadi keniscayaan. Karena bukan berasal dari diri kita sendiri, memberi kasih kepada orang lain merupakan hal yang wajar. Karena bukan milik kita, aneh rasanya jika tidak membagikan kasih itu. Kasih Allah itu tidak boleh berhenti pada diri kita sendiri.

Uniknya, penulis mengaitkan hal mengasihi dengan pengenalan akan Allah. Tidak mengasihi berarti tidak mengenal Allah. Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Setiap orang yang mengasihi orang lain adalah anak Allah dan taat kepada Allah. Karena itu, orang yang tidak mengasihi orang lain, tidak taat kepada Allah.”

Ya, kita hanya mungkin menaati seseorang selama kita mengenalnya. Demikian pula relasi seseorang dengan Allah, ia hanya bisa menaati Allah selama mengenal-Nya. Tidak mengenal Allah, mustahil menaati-Nya. Dan kehendak utama Allah adalah membagikan kasih yang telah kita rasakan. Iniah panggilan anak-anak Allah: Hidup seperti Allah.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: Istimewa

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!