Belakangan ini banyak orang dilanda rasa cemas karena berbagai sebab. Rasa cemas itu dapat dialami oleh semua kalangan. Tak mengenal usia. Kecemasan bisa dialami anak sekolah-mahasiswa, pekerja-pensiunan, rohaniawan-warga jemaat. Gangguan kecemasan membuat hidup semakin berat dan kecemasan yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan depresi.

Banyak orang berpikir bahwa dengan memiliki kekuasaan, materi atau harta kekayaan, maka kecemasan pun sirna. Mereka merasa aman, merasa terlindungi kehidupan dan kesejahteraannya. Namun, mereka lupa bahwa perlindungan sejati hanya ada di dalam Tuhan, di dalam naungan sayap-Nya. Sayap di sini adalah gambaran perlindungan Tuhan. Di dalam naungan sayap-Nya ada penjagaan, ada pembelaan, ada perlindungan, dan rasa aman.

Ayam adalah binatang piaraan yang jinak, namun tahukah Anda bahwa induk ayam akan sangat berbahaya ketika bersama-sama dengan anak-anaknya? Induk ayam akan melindungi bahkan mempertaruhkan nyawanya demi anak-anaknya. Suatu hari induk ayam mati terbakar, tetapi di balik sayapnya ada anak-anak ayam yang masih hidup. Induk ayam rela memberikan dirinya, ia berkorban demi keselamatan anak-anaknya. Gambaran itu juga yang bisa kita saksikan dalam diri Tuhan Yesus. Dia rela mati berkorban demi keselamatan manusia.

Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kecemasan, tanpa kegagalan, tanpa badai, dan tanpa ketakutan kepada umat-Nya. Tetapi Dia berjanji untuk hadir termasuk saat umat-Nya menghadapi kecemasan, kegalauan, ketakutan, kesedihan, serta keterpurukan untuk memberikan perlindungan, kekuatan, dan penghiburan.

Di dalam kerentanan dan kerapuhan kita, mari masuk ke dalam sayap perlindungan Tuhan. Dengarkanlah suara-Nya, yaitu firman Tuhan yang menolong kita untuk berelasi erat dengan-Nya agar kita dimampukan untuk memahami kehendak Tuhan, serta dimampukan untuk melakukannya. Hanya dengan cara itulah kita dapat merasakan damai sejahtera-Nya.

Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: Simon Reza

Categories: Tala