👁️

Warung sayuran dan aneka bumbu masakan yang biasanya dikerumuni ibu-ibu itu kini tutup. Ternyata beberapa warung lain juga demikian. Kalaupun ada yang buka, dagangan yang disediakan tidak selengkap biasanya. Entah sudah berapa lama hal ini terjadi. Barangkali para pedagang itu tidak tahan dengan melambungnya harga barang dagangan sementara konsumen terkaget-kaget dengan harga baru, dan banyak di antara mereka yang batal membelanjakan uangnya. Penjual sayur sudah pasti mengalami kerugian.

Tidak mudah mengurai ruwetnya permasalahan negeri ini, namun andai saja setiap orang menyadari batas cukup, barangkali negeri ini terhindar dari carut-marut. Di era modern ini banyak orang dengan mudah membandingkan diri dengan pencapaian orang lain, lalu merasa tidak cukup sehingga korupsi merajalela. Keinginan yang tidak terbatas membuat manusia rakus. Yusuf Hamka menuliskan: ”Hidup itu yang penting cukup, tidak penting kelihatan kaya. Cukup itu tidak perlu kaya, cukup itu ketika kita perlu membeli sesuatu ada uangnya, yang penting tidak konsumtif.”

Pernahkah Anda membaca sebuah cerita tentang ”Angsa Bertelur Emas?” Sebuah keluarga petani hidup bahagia dengan menjual telur angsa sebagai mata pencahariannya. Suatu hari seekor angsa terbang masuk ke dalam kawanan angsa itu. Tak dinyana, keesokan harinya petani itu mendapatkan sebutir telur emas yang berkilauan. Setelah peristiwa itu, setiap hari angsa itu mengeluarkan telur emas!

Pasangan petani menjadi semakin kaya, namun sayang mereka tidak bahagia karena tidak puas dengan hanya sebiji telur emas sehari. Mereka sepakat untuk mendapatkan lebih banyak telur emas dengan cara membelah badan angsa itu. Mereka terperanjat ketika tidak mendapati banyak telur emas yang mereka impikan. Lebih parah lagi mereka tidak akan memperoleh telur emas lagi. Kisah ini mengingatkan kita bahwa mensyukuri sebanyak-banyaknya segala sesuatu yang Tuhan anugerahkan kepada kita menjauhkan kita dari kerakusan.

Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: Unsplash/Elena Leya

Categories: Tala