👁️

Kucil

Published by Admin on

Waktu menyembuhkan apa yang tidak bisa disembuhkan akal. Setidaknya, kutipan Seneca dari bukunya Letters from a Stoic itu selalu kuingat untuk meredakan rasa khawatirku akan kehilangan. Belakangan ini aku merasa sedih karena sebentar lagi harus berpisah. Namanya Kucil—Kucing Kecil. Walaupun tubuhnya sudah tak lagi kecil, aku tetap memanggilnya Kucil. Kucil sudah bersamaku sejak satu tahun lalu. Ia sering datang ke rumahku, tapi hanya boleh sampai teras. Banyak hal kami lalui bersama. Mulai dari hal-hal random, lucu, bahkan sedih. Aku sering mengajaknya bermain. Bahkan, terkadang aku juga suka bercerita kepadanya, walaupun mungkin dia tidak akan paham.

Kucil sangatlah menggemaskan. Ia paling suka ketika lehernya aku garuk selama beberapa menit. Ia juga suka ketika perutnya kuelus. Kucil sangat peka terhadap suara. Ketika ada suara pintu terbuka dari rumahku, ia akan langsung menghampirinya, tentu saja untuk meminta makan. Ia akan mengeong kelaparan. Kucil bisa makan apa saja mulai dari ayam, ikan, bahkan tempe. Setelah makan banyak, biasanya ia akan tidur di atas jok motorku. Terkadang ia juga tidur di rak sepatuku. Ketika malam, Kucil bisa tidur dengan posisi yang beragam tergantung seberapa kenyang ia di hari itu.

Aku sangat menyayangi Kucil. Tapi sayangnya waktu kami untuk bersama tak banyak lagi. Bukan karena salah satu dari kami harus pergi meninggalkan dunia ini, tapi karena jarak yang sebentar lagi akan memisahkan kami. Aku harus pergi merantau dengan waktu yang cukup lama. Tidak tahu kapan akan pulang dan bertemu kembali dengan Kucil. Tidak tahu kapan bisa menghabiskan waktu untuk bermain bersama lagi.

Perasaan ini sedikit aneh. Perasaan di mana aku tak bisa lagi melihat kucingku setiap hari secara langsung. Perasaan di mana aku tak bisa lagi bermain atau bercanda dengannya. Perasaan di mana aku tahu kami akan berpisah. Dulu sempat terpikir olehku: Bagaimana rasanya kalau suatu hari nanti aku tak bisa lagi bermain dengan Kucil? Sampai kusadari kalau perasaan tersebut sungguh ada sekarang.

Di sisa waktu yang tak lagi lama aku ingin banyak mengabadikan momen bersama kami dalam foto. Supaya, ketika aku kangen, aku tinggal melihat foto-foto tersebut.

Aku sungguh merasa khawatir sekaligus kehilangan walaupun kami hanya akan dipisahkan oleh jarak. Setidaknya inilah yang bisa kulakukan sekarang. Aku percaya bahwa kami akan bertemu kembali, sambil mengingat bahwa waktu menyembuhkan apa yang tidak bisa disembuhkan akal.

Jordan Samuel Christiawan | Sobat Media

Foto: jsc

Categories: Tala