👁️

Menyisihkan Waktu untuk Alam

Published by Admin on

”Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Peribahasa ini mengingatkan kita bahwa penting bagi seseorang untuk memiliki kehendak, kemauan, hasrat atau keinginan. Walaupun pada kenyataannya tidak mudah mewujudkan kemauan atau kehendak tersebut, namun jika seseorang sudah tidak memiliki kehendak, kemauan, hasrat dan keinginan, bahkan malas, sudah pasti tidak akan ada jalan.

Sebagai contoh, seseorang mengetahui bahwa untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, teduh dan asri perlu diupayakan banyak hal seperti upaya memilah sampah, setidaknya sampah organik diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi pada alam antara lain melalui pemupukan. Contoh lain, memanfaatkan pekarangan baik untuk memelihara ternak, menanam aneka sayuran, dan sebagainya sehingga menjadi nilai tambah bagi perekonomian keluarga. Sayangnya banyak orang belum memiliki kemauan untuk memaksimalkan kemampuan untuk mewujudkan upaya-upaya pelestarian alam. Padahal banyak contoh keberhasilan yang bisa disaksikan, dari lingkungan yang kumuh menjadi lingkungan percontohan yang asri bahkan menjadi destinasi wisata.  

Terinspirasi oleh tokoh-tokoh penggerak peduli lingkungan, setidaknya mereka telah menemukan nilai kehidupan, mereka telah menyadari betapa berharganya hidup ini sehingga setiap jam akan terasa terlalu berharga untuk dilewatkan tanpa makna. Charles Darwin pernah menuliskan bahwa seseorang yang berani menyia-nyiakan satu jam waktunya, belum menemukan nilai kehidupan. Setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam sehari dan setiap jam adalah kesempatan untuk bertumbuh, mencintai, memahami atau sekadar menjadi diri sendiri. Menghargai waktu bukan karena obsesi produktivitas, melainkan sebagai anugerah sehingga menghargai waktu bukan sebagai beban.

Terkait lingkungan, sebagai umat Tuhan sudahkah kita menyisihkan waktu untuk mengambil bagian dalam pelestarian alam? Tidak harus dalam skala besar, kita bisa mulai melakukan sesuatu yang ada di sekitar kita. Mari kita menyadari bahwa hidup ini adalah peperangan melawan penguasa kegelapan dan pengaruhnya, termasuk soal kemalasan.


Yudi Hendro Astuti | Sobat Media – Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: Unsplash/Inna Safa

Categories: Tala