Pengutusan Murid-murid

Sabda-Mu Abadi | 14 April 2026 | Mat. 28:16-20
”Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Mat. 28:19-20).
Yesus yang bangkit memerintahkan semua murid-Nya pergi. Yang dimaksud dengan ”pergi” tidak hanya pergi jauh ke negara lain untuk mengabarkan Injil. Kita bisa mengartikan kata ”pergi” dengan menemui sesama di mana pun kita berada.
Yesus yang bangkit juga meminta para murid untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya dan membaptis mereka. Yang terpenting dalam pekabaran Injil bukanlah pada penambahan jumlah orang Kristen. Seharusnya, kita mendorong sebanyak mungkin orang untuk melakukan apa yang Yesus lakukan. Dengan kata lain meneladan hidup Yesus.
Berbicara soal menjadi murid berarti juga berbicara soal proses. Tidak ada yang instan di dunia ini. Karena itu, gereja tidak boleh begitu saja menerima orang yang datang untuk minta dibaptis. Jika ada orang yang ingin dibaptis, gereja harus meminta orang tersebut untuk mengikuti katekisasi atau pengajaran mengenai iman Kristen. Katekisasi berarti juga menguji orang tersebut apakah sungguh-sungguh ingin menjadi murid. Jadi, tidak asal membaptis.
Sudah cukupkah? Tidak! Tidak hanya cukup dengan menjadikan seseorang murid Tuhan dan membaptisnya. Yang tidak boleh dilupakan gereja dan setiap orang percaya adalah mengajar.
Pengajaran menjadi penting karena tidak ada orang yang terlalu tua untuk belajar. Kata kunci kekristenan adalah pertumbuhan. Belajar tidak mengenal kata berakhir. Gereja dipanggil untuk menjadi gereja yang belajar.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!