Sabda-Mu Abadi | 30 April 2026 | 1Yoh. 2:1-2

”Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa. Namun, jika seseorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dialah pendamaian untuk segala dosa kita dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”

Penulis Surat Yohanes dengan jelas memperlihatkan kepada para pembacanya alasan dia menuliskan ayat-ayat sebelumnya. Ia mengajak para pembacanya untuk tidak sekadar berolah pikir berkait pemahaman bahwa kalau kita menyatakan diri tidak pernah berbuat dosa, kita telah menjadikan Allah sebagai pendusta.

Ya, tidak terjebak dalam olah pikir, tetapi menjaga diri untuk tidak berbuat dosa. Mengapa? Sebab, kita sudah ditebus oleh Yesus Orang Nazaret oleh kematian-Nya di atas kayu salib. Dengan sengaja berbuat dosa berarti kita tidak lagi menghargai pengorbanan-Nya.

Namun demikian, penulis surat menyadari betapa daging itu lemah. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Tetapi kalau ada yang berbuat dosa, maka kita mempunyai seorang pembela, yaitu Yesus Kristus yang adil itu; Ia akan memohon untuk kita di hadapan Bapa.”

Yang dimaksud pengantara di sini adalah pembela. Tak sekadar menjadi penghubung antara manusia dan Allah, tetapi Yesus Orang Nazaret membela manusia di hadapan Allah. Menarik diperhatikan bagaimana Yesus Orang Nazaret diberi julukan yang adil.

Keadilan manusia sering hanya bertumpu pada menghukum yang salah. Sedangkan, Yesus Orang Nazaret lebih suka mengampuni orang berdosa. Ia mengampuni karena pengampunan memberi kesempatan orang untuk berubah. Inilah konsep keadilan Yesus Kristus.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: faithlafayette

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!