Site icon Tangan Terbuka Media

Jahat dan Malas

Sabda-Mu Abadi | 5 Februari 2026 | Mat. 25:24-30

”Datanglah juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah orang yang kejam yang menuai di tempat Tuan tidak menabur dan memungut dari tempat Tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah. Ini, terimalah kepunyaan Tuan!” (Mat. 25:24-25).

Tuan itu menghukum hamba yang menerima satu talenta itu karena lupa akan statusnya sebagai hamba. Bukankah seorang hamba mesti menyenangkan hati tuannya? Lalu, mengapa pula dia merasa lebih baik, lebih bermoral dari tuannya, bahkan menghakimi tuannya. Bukankah tanpa tuannya itu dia bukan siapa-siapa? Mungkinkah ada seorang hamba tanpa seorang tuan?

Di situlah persoalan terbesar hamba yang menerima satu talenta itu. Dia lupa status. Dia lupa, hidupnya bergantung mutlak kepada tuan itu. Tanpa sang tuan, dia sama sekali tak berhak menyandang status hamba.

Itulah yang menyebabkan hamba penerima satu talenta itu mendapat julukan jahat dan malas. Hamba itu benar ketika menilai tuannya. Tidak ada yang salah. Bahkan tuan itu pun mengamini apa yang dikatakannya. Namun, di mata sang tuan hamba itu jahat dan malas.

Ia benar, tetapi jahat. Jahat karena bertindak selaku parasit. Ia hanya mau mengambil sesuatu dari tuannya, tetapi tidak mau memberi sesuatu kepada tuannya. Artinya: dia hidup dari gaji buta. Tak bekerja, tetapi ingin hidup.

Hamba yang menerima satu talenta itu memang benar, tetapi malas. Malas karena tidak berbuat apa-apa. Malas karena bekerja selagi ada tuannya. Kala sang tuan tidak ada di tempat, dia bertindak sesuka hatinya.

Hamba yang menerima satu talenta itu menyia-nyiakan kepercayaan tuannya. Tuannya memercayakan hartanya, tetapi dia sendiri merasa itu tetap harta tuannya. Itu memang benar. Akan tetapi, kalau harta tuannya bertambah, bukankah berarti kesejahteraannya juga meningkat? Sejatinya ia memang tak berhak menyandang status hamba.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: postposmo

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

Exit mobile version