Site icon Tangan Terbuka Media

Keprihatinan, Ketaatan, dan Mukjizat

Kita tak pernah tahu siapa para pelayan itu (Yoh. 2:1-11). Namun, mereka menaati perintah Yesus dengan mengisi enam tempayan itu penuh dengan air.

Mungkin Anda berkata, ”Namanya pelayan, ya harus taat!” Saya sepakat. Akan tetapi, kita tahu ada pelayan yang tidak taat, ogah-ogahan, dan tidak serius. Ada juga yang menganggap kerja sebagai beban. Lalu, menolak saat ketambahan pekerjaan.

Satu tempayan berisi 80-120 liter air, anggap saja 100 liter. Jika satu ember berisi lima liter air, dan dua tangan hanya mampu mengangkat dua ember, satu pelayan membutuhkan sedikitnya 60 rit (bolak-balik) untuk enam tempayan. Dua pelayan membutuhkan dibutuhkan 30 rit. Dan kita, para pembaca masa kini, memang tidak tahu jarak enam tempayan itu dengan sumber air. 

Kemudian Yesus meminta mereka untuk mencedoknya dan membawa ke pemimpin pesta. Ini bukan masalah sederhana. Mereka sungguh-sungguh tahu bahwa yang dibawa adalah air, bukan anggur.

Mungkin mereka bingung, bertanya-tanya dalam hati, juga takut diomeli pemimpin pesta. Masak pemimpin pesta diminta mencicipi air! Bukankah cari penyakit namanya? Namun, sekali lagi, mereka taat. Dan ketika mereka membawa air itu kepada pemimpin pesta itulah mukjizat terjadi.

Kita sering bicara soal pekerjaan sebagai panggilan. Mungkin kita pun menjalani panggilan itu, namun bisa jadi tidak penuh. Tidak seratus persen. Yang namanya 99% juga tidak 100%. Tidak total.

H.A. Oppusunggu, guru penerbitan saya, semasa hidup pernah berujar, ”Modal terbesar sebuah perusahaan bukanlah uang, tetapi keprihatinan.” Keprihatinan akan mendorong orang melakukan sesuatu. Tanpa keprihatinan, yang ada hanyalah status quo.

Nah, para pelayan itu sepertinya melihat keprihatinan Maria. Kelihatannya mereka menjadikan keprihatinan bunda Yesus sebagai keprihatinan mereka juga. Mereka agaknya ingin terlibat dalam mengatasi kekurangan anggur. Dan keprihatinan para pelayan itu berbuah ketaatan yang melahirkan mukjizat!

Yoel M. Indrasmoro

Foto: Istimewa

Exit mobile version