Semua Milik Allah

”Yesus berkata kepada mereka, ’Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan’” (Mat. 14:16). Demikianlah tanggapan Yesus Orang Nazaret atas usul para murid-Nya. Usul para murid bukan sembarang usul. Usul itu lahir dari kepedulian. Penulis Injil Matius mencatat: ”Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata, ’Tempat ini terpencil dan Read more…

Menara Babel

Di manakah letak kesalahan pembuatan Menara Babel? Kesalahan terbesar pastilah bukan pada menara itu sendiri. Bukan, bukan itu masalah utamanya hingga Allah menghentikan pembangunan menara tersebut. Menara itu tidak mempunyai satu kesalahan pun. Kesalahan tidak pula terletak pada kemampuan manusia membangun menara tersebut. Bagaimanapun, manusia—yang dicipta menurut gambar dan rupa Read more…

Cantik

”Memang hitam aku, tetapi cantik, hai Putri-putri Yerusalem, seperti kemah-kemah Kedar, seperti tirai-tirai Salomo” (Kid. 1:5). Ini pengakuan diri. Yang bersumber pada kenyataan diri. Perempuan itu tidak menyembunyikan fakta. Ia tidak malu menyatakan kulitnya hitam. Tidak putih. Dan ia tidak berusaha memutihkannya. Ia menyadari keberadaan diri. Mampu menerima diri apa Read more…

Pesan

”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi pesan mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi” (Mzm. 19:2-5). Dengan Read more…

Kebebasan Finansial

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan lema ”kebebasan finansial” sebagai ”kondisi keuangan seseorang yang ditandai dengan pendapatan yang telah mencukupi kebutuhan hidupnya dan bebas utang tanpa perlu bekerja aktif”. Jika kita klik Google, ada begitu banyak penjelasan tentang kebebasan finansial. Salah satunya: ”Kebebasan finansial adalah kemampuan untuk hidup sesuai dengan keinginan Read more…

Memelihara Visi

Kisah pembagian tanah Kanaan (Yos. 13–15) menampilkan sosok Kaleb bin Yefune, seorang veteran bangsa Israel. Bersama Yosua bin Nun, Kaleb gigih memperjuangkan visi yang telah Allah tanamkan dalam diri bangsa Israel—memasuki Tanah Perjanjian. Ketika semua  pengintai—yang diutus Musa memata-matai bangsa Kanaan—bersepakat tidak mau merebut Kanaan karena takut, Kaleb dan Yosua Read more…