Site icon Tangan Terbuka Media

Kesempatan Terakhir

Sabda-Mu Abadi | 19 Maret 2026 | Mat. 26:20-25

”Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama kedua belas murid itu. Ketika mereka sedang makan, Ia berkata, ’Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Salah seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.’ Dengan sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, ’Bukan aku, ya Tuhan?’ Ia menjawab, ’Dia yang bersama Aku mencelupkan tangannya ke dalam mangkuk ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang membuat Anak Manusia itu diserahkan. Lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.’ Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu berkata, ’Bukan aku, ya Rabi?’ Kata Yesus kepadanya, ’Engkau telah mengatakannya.’”

”Engkau telah mengatakannya.” Demikianlah jawab Yesus kepada Yudas. Sama seperti para murid lain, Yudas pun bertanya, ”Bukan aku, ya Rabi?” Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Tentu bukan saya yang Bapak Guru maksudkan?” Dan Sang Guru pun menjawab, ”Begitulah katamu!”

Ya, demikianlah kalimat yang meluncur dari mulut Yudas. Yesus tidak menyangkalnya atau menyetujuinya. Dengan menyatakan ”begitulah katamu” sepertinya Sang Guru masih memberikan kesempatan bagi sang murid untuk mengurungkan niatnya. Niat, sejahat apa pun, selalu ada kemungkinan tidak mewujud dalam tindakan. Niat menjadi tinggal niat.

Percakapan malam itu—ketika para murid seorang demi seorang menyatakan diri bukan orang yang dimaksud Sang Guru—tak beda dengan cermin. Semua murid diberi kesempatan untuk memeriksa dirinya dalam cermin. Semuanya. Sayangnya Yudas tidak menggunakan kesempatan terakhir itu dengan baik.

Mengapa? Mudah ditebak. Ia telah menerima tiga puluh uang perak. Bisa jadi Yudas tak sampai hati juga melepaskannya. Belum lagi rasa malu karena ia sendirilah yang telah menawarkan diri kepada imam-imam kepala.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: Wikipedia (Benyamin West/The Last Supper)

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

Exit mobile version