Sabda-Mu Abadi | 1 April 2026 |Mat. 26:69-75
”Seketika itu juga berkokoklah ayam. Petrus pun teringat akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, ’Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih” (Mat. 26:74-75).
”Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih.” Demikianlah catatan penulis Injil Matius. Petrus pergi ke luar dan menangis karena menyadari kesalahannya. Bisa jadi ia teringat bagaimana di depan Yesus dan para murid lainnya ia berikhtiar tidak akan pernah meninggalkan Sang Guru. Yesus memang tidak menyatakan bahwa sang murid akan meninggalkan-Nya, namun akan menyangkal-Nya. Dan itulah yang terjadi.
Penyangkalan Petrus memang bukan perkara biasa. Penyangkalan pertama, Petrus berkata di depan banyak orang, ”Aku tidak tahu apa yang engkau maksud.” sebagai respons kepada seorang perempuan yang berkata, ”Engkau juga selalu bersama Yesus, orang Galilea itu.” Penyangkalan kedua, Petrus bersumpah, ”Aku tidak kenal orang itu.” sebagai tanggapan terhadap pertanyaan perempuan lainnya. Dan penyangkalan ketiga, sembari mengutuk dan bersumpah, Petrus berkata, ”Aku tidak kenal orang itu.”
Jelas penyangkalan itu bukan sekadar salah ucap. Petrus pun tidak mungkin berdalih. Ia pun akhirnya menyadari betapa lemah dirinya.
Penulis Injil Matius tampaknya juga sengaja menggunakan nama diri Petrus, bukan Simon atau Simon Petrus. Penulis agaknya hendak menyatakan bahwa iman Petrus tak setegar namanya—sang batu karang.
Menariknya, ini yang sungguh dicatat penulis Injil Matius, Petrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena tak tahu lagi harus berbuat apa. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

