Site icon Tangan Terbuka Media

Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?

Sabda-Mu Abadi | 7 April 2026 | Mat. 27:45-50

”Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh negeri itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, ’Eli, Eli, lama sabakhtani?’ Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata, ’Ia memanggil Elia.’ Segera seorang dari mereka datang; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu melilitkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Namun, orang-orang lain berkata, ’Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.’ Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”

Alam tampaknya berduka. Gelap gulita melingkupi Yerusalem selama tiga jam. Bisa jadi demikianlah bentuk protes atas ketidakadilan yang terjadi. Suasana Golgota pun makin terasa suram. Pada titik itulah Yesus berseru dalam tanya, ”Eli, Eli, lama Sabakhtani?

Yesus berseru dalam bahasa Ibrani. Bisa dimaklumi jika beberapa orang yang ada di situ—yang sehari-hari menggunakan bahasa Aram, berpikir bahwa Sang Tersalib sedang memanggil Elia. Tak heran pula jika penulis Injil Matius merasa perlu memberikan tambahan keterangan berkait terjemahan seruan itu dalam bahasa Yunani.

Di salib itu Anak Allah ditinggalkan Bapa-Nya. Ini bukan sekadar perasaan, namun sungguh terjadi. Di salib itu Ia menjadi kambing hitam. Sang Anak dibuat bersalah. Dan ketika Ia menanggung hukuman yang tak pernah dilakukan-Nya, tanya pun mencuat: ”Mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Dan tanya itu pun—kita tahu—tak pernah terjawab hingga kini.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: kompasiana

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

Exit mobile version