Sabda-Mu Abadi | 30 Maret 2026 | Mat. 26:57-58
”Orang-orang yang telah menangkap Yesus membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman imam besar. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat bagaimana akhir semuanya ini.”
Konspirasi para elite agama Yahudi terbukti. Para ahli Taurat dan tua-tua, yang telah berkumpul bersama imam besar, siap menginterogasi Yesus Orang Nazaret. Penangkapan Yesus Orang Nazaret itu telah dipersiapkan masak-masak. Ya, penangkapan itu memang sungguh disengaja. Dan tampaknya mereka tidak mau menyia-nyiakan waktu mereka. Semua siap menunggu.
Menarik disimak, penulis Injil Matius merasa perlu memberi catatan mengenai Petrus. Berbeda dengan para murid lainnya, yang lari lintang pukang sesuai nubuat Yesus, Simon Petrus merasa perlu untuk mengikuti Dia dari jauh. Menurut penulis, alasannya sang murid adalah hendak melihat bagaimana akhir dari semuanya itu.
Sepertinya Petrus memang hendak ingin tahu kelanjutan nasib Yesus. Dengan cara begitu sejatinya kita—orang percaya abad ke-21—boleh melihat kesetiaan-Nya. Ia tak tega melihat Yesus sendirian. Sang murid enggan meninggalkan Sang Guru sendirian.
Tentu saja dengan diam-diam. Petrus pun agaknya tahu diri, Yesus Orang Nazaret telah menjadi kriminal kelas satu di mata mahkamah agama. Petrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama. Namun, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak. Sekali lagi karena takut ketahuan.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

