”Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi pesan mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi” (Mzm. 19:2-5).
Dengan lugas Daud menyatakan bahwa alam mampu bercerita tentang Allah. Meski tanpa kata, manusia sendiri—seandainya memberi sedikit waktu untuk memperhatikannya—bisa memahami maksudnya.
Itu bukan tanpa tujuan. Tujuan utamanya: mengajak manusia turut memuliakan Allah. Itu jugalah yang dinyatakan Carl Gustaf Boberg dalam syair kidungnya ”Bila Kulihat Bintang Gemerlapan” (Kidung Jemaat 64).
”Bila kulihat bintang gemerlapan/dan bunyi guruh riuh kudengar,/ya Tuhanku, tak putus aku heran/melihat ciptaan-Mu yang besar.” Ref: ”Maka jiwakupun memujiMu: ’Sungguh besar Kau, Allahku! Maka jiwakupun memujiMu: ’Sungguh besar Kau, Allahku!’” Ya, sang penyair merasa perlu menyatakan dua kali kalimat pujian yang sama.
Mazmur ini menyatakan dengan jelas, hal yang terpenting dalam komunikasi adalah pesan. Dan pesan itu semestinya ada baik dalam kata maupun tanpa kata. Menyampaikan pesan adalah makna komunikasi sesungguhnya. ”Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi pesan mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Tak ada yang berbicara atau berkata-kata, tak ada suara yang terdengar. Tetapi seruannya bergema di seluruh dunia, pesan itu sampai di ujung-ujung bumi.”
Sejatinya ini jugalah panggilan kita selalu umat Allah: menjadi penyampai pesan Allah. Dan pesan itu harus diawali dan diakhiri dengan kerinduan untuk kemuliaan Allah. Jika tidak, sebaik apa pun pesan hanya akan bermuara pada penyembahan diri pribadi.
Demikian juga dengan pekerjaan kita. Biarlah kemuliaan Allah menjadi sangkan ’asal’ dan paran ’tujuan’ dari pekerjaan. Apa pun yang kita kerjakan semestinya bisa mengajak orang yang merasakan pekerjaan itu memuliakan Allah.
Mudah, pasti tidak! Mustahil, pasti juga tidak!
Yoel M. Indrasmoro
Foto: Istimewa
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media

