Sabda-Mu Abadi | 27 Maret 2026 | Mat. 26:31-35
”Lalu berkatalah Yesus kepada mereka, ’Malam ini kamu semua akan terguncang imanmu karena Aku. Sebab, ada tertulis: Aku akan membunuh gembala, dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi, sesudah Aku dibangkitkan, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.’ Petrus menjawab-Nya, ’Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.’ Yesus berkata kepadanya, ’Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.’ Kata Petrus kepada-Nya, ’Sekalipun aku harus mati bersama Engkau, aku tidak akan menyangkal Engkau.’ Semua murid yang lain pun berkata demikian.”
Jelas dari pernyataan Sang Guru, pusat komunitas Kristen adalah Kristus. Ketika Kristus terbunuh buyarlah komunitas tersebut. Pernyataan Yesus ini seharusnya menjadi pengingat bagi kita—orang percaya abad ke-21: Kekuatan komunitas Kristen bukan pada diri manusianya, tetapi pada Yesus sendiri. Kenyataan ini semestinya tidak membuat kita sombong.
Petrus langsung menukas. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Biar semua yang lainnya meninggalkan Bapak, saya sekali-kali tidak.” Jelas terlihat, Petrus merasa perlu membandingkan dirinya dengan semua murid lainnya. Dengan kata lain, Petrus merasa lebih baik dari semuanya.
Yesus menegaskan bahwa Petrus tak cuma lari, tetapi malah menyangkal-Nya. Itu berarti tindakannya malah lebih menyakitkan. Yesus tampaknya hendak mengatakan bahwa sang murid tidak lebih baik dari para murid lainnya.
Menarik diperhatikan, Yesus merasa perlu mengaitkan peristiwa penyangkalan Petrus dengan kokok ayam. Kita memang tidak tahu alasannya. Sepertinya Sang Guru hendak menyatakan bahwa peristiwa penyangkalan itu terjadi masih di malam yang sama. Ya, tinggal sesaat lagi.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

