Sabda-Mu Abadi | 29 Agustus 2025 | Mat. 8:21-22
”Seorang lain, yaitu salah satu murid-Nya, berkata kepada-Nya, ’Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.’Namun, Yesus berkata kepadanya, ’Ikutlah Aku dan biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka.’”
Kita tidak pernah tahu siapa yang dimaksud penulis Injil Matius ini? Apakah ia adalah salah seorang dari kedua belas murid, atau ketujuh puluh murid, atau di luar itu? Penulis Injil Matius sepertinya sengaja tidak menjelaskannya. Bisa jadi karena kisahnya sungguh sensitif. Bayangkan: Yesus melarang dia menguburkan ayahnya! Bagaimana pula dengan darmabakti selaku anak dalam hal ini?
Kata-kata Yesus Orang Nazaret sungguh tajam. Namun, itu tidak berarti Sang Guru ingin para murid-Nya membenci orang tua mereka. Ia ingin para murid-Nya mengutamakan hubungan dengan-Nya itu lebih dari hubungan keluarga.
Tentu saja hubungan keluarga, dalam hal ini orang tua–anak, memang erat. Meski demikian, hubungan itu pun semestinya menjadi nomor dua jika dibandingkan dengan hubungan antara kita dengan Tuhan. Yesus menuntut loyalitas total.
Mengapa? Sebab, hubungan dengan Yesuslah yang membuat para murid hidup. Melepaskan hubungan itu hanya berbuah kematian. Karena itu, cukup beralasan jika Sang Guru berkata, ”Biarlah orang mati menguburkan orang mati mereka.”
Sekali lagi, hubungan antara manusia dan Tuhan mesti menjadi prioritas karena Dia adalah Tuhan. Jika tidak, malah aneh.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Berikut tautan untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!