Site icon Tangan Terbuka Media

Yakobus Mati

22 Oktober 2022,
(Kis. 12:1-5),

”Kira-kira pada waktu itu Raja Herodes mulai bertindak keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.” Kita tidak tahu motivasi Herodes sesungguhnya. Yakobus pun sepertinya bukan tipe orang yang sering tampil di depan umum. Para penulis Injil jarang menceritakannya. Dalam Kisah Para Rasul pun, Lukas lebih sering menampilkan sepak terjang Petrus, juga Yohanes. Pertanyaannya: apa dasar Herodes membunuh Yakobus.

Lukas mencatat: ”Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia selanjutnya menyuruh menahan Petrus juga.” Agaknya Herodes ingin mengambil hati orang Yahudi. Dia ingin membuat orang Yahudi senang. Caranya adalah menindas dengan keras orang-orang yang tidak disukai orang Yahudi.

Lalu mengapa Herodes melakukannya? Sepertinya Herodes memang ingin mendapatkan dukungan dari orang Yahudi. Bagaimanapun, dia bukanlah keturunan Daud. Sesungguhnya takhta itu memang bukan haknya. Dia hanyalah raja boneka. Jika orang Yahudi protes, habislah semuanya. Dan Yakobus mati karena raja tak ingin kehilangan takhta. Bahkan, raja pun merasa perlu menangkap Petrus. Sekali lagi, dia ingin memuaskan hati orang Yahudi, yang pada gilirannya memuaskan dirinya sendiri.

Penjagaan Petrus pun enggak main-main, super ketat. Enam belas orang menjaga satu orang. Mungkin Herodes tahu bahwa sebelumnya Mahkamah Agama pun tak sanggup menahan Petrus. Namun begitu, Lukas mencatat: ”Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”

Apa artinya ini? Mendoakan Petrus kepada Allah berarti menyerahkan diri Petrus dalam kedaulatan Allah sendiri. Dan memang itulah inti doa: menyerahkan wewenang penuh kepada Allah dan mohon rahmat Allah untuk menerima kehendak-Nya tanpa syarat. Ya, itulah inti doa!

Yoel M. Indrasmoro
Tangan Terbuka Media

Klik tautan di bawah ini untuk mendengarkan versi audio.

Exit mobile version