Site icon Tangan Terbuka Media

Yesus Tidur

Sabda-Mu Abadi | 30 Agustus 2025 | Mat. 8:23-27

”Ketika Yesus naik ke dalam perahu, murid-murid-Nya mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong terjadilah angin ribut yang dahsyat di danau itu, sehingga perahu itu nyaris ditelan gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, ’Tuhan, tolonglah, kita binasa.’ Ia berkata kepada mereka, ’Mengapa kamu ketakutan, hai kamu yang kurang percaya?’ Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali. Orang-orang itu pun heran dan berkata, ’Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?’”

Kisah perahu murid-murid yang diombang-ambingkan angin ribut merupakan kisah semua orang. Manusia tidak pernah tahu kapan angin ribut itu datang. Cuaca bisa berubah dalam sekejap: angin semilir berubah menjadi angin ribut. Bagaimanakah kita menyikapinya?

Kita bisa belajar dari Yesus Orang Nazaret. Dalam situasi to be or not to be ’hidup atau mati’ Sang Guru malah tidur. Orang boleh bilang, itu tanda ketidakpedulian. Namun, jika disimak, Yesus tidur karena ia memercayakan diri-Nya kepada Bapa.

Kadang orang tidak bisa tidur karena banyak pikiran. Semua dipikirkan sendiri dan ditanggung sendiri. Dan lupa memercayakan dirinya kepada Allah.

Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”’Mengapa kalian takut?’ kata Yesus. ’Kalian kurang percaya kepada-Ku!’” Di mata Yesus para murid ketakutan karena mereka tidak percaya kepada-Nya. Meski Yesus berada dalam perahu itu, mereka tidak percaya.

Tak heran, kalau mereka sendiri bertanya-tanya, ”Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya.” Ya, mereka belum terlalu mengenal Sang Guru. Karena itu, tak mudah bagi mereka untuk percaya kepada-Nya.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Berikut tautan untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: gardner/Rembrandt van Rijn

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!

Exit mobile version