Bingkisan Paskah 2026: ‘Sungguh Orang Ini Anak Allah’

Published by Admin on

Sebuah buku dapat menjadi hadiah paskah. Itulah yang kami kerjakan dengan mengirimkan buku kepada para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan. Awalnya kami beranggapan buku akan menjadi pengisi waktu, lalu—dengan seizin Pembina Kerohanian—kami kirimkan buku terbitan kami ke LP Gunung Sindur.

Beberapa minggu lalu saya mendapat informasi dari pendamping di LP tersebut, buku juga menjadi bahan renungan yang disampaikan di ibadah dan di dalam kelompok sel (komsel). David, seorang warga binaan, menuliskan: ”Kehadiran buku Sungguh Dapat Dipercaya membantu saya merenungkan firman Tuhan secara pribadi, sebagai bahan referensi pendukung saat saya melakukan pelayanan mimbar di gereja (di dalam lapas) atau sharing komsel.”

Warga binaan lain, Santo, memberikan pesan dengan menuliskan: ”Buku yang saya baca menjelaskan maksud Injil Lukas disertai firman Tuhan untuk menjelaskan secara terperinci, membawa kita dalam pertumbuhan rohani yang benar. Buku ini sunggguh memberkati saya. Kiranya kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua. Amin.”

Menjelang Paskah tahun ini warga binaan bergiat dengan perayaan dan ibadah di dalam gereja di LP. ”Kami sedang persiapan acara Baksos Kesehatan dan Ibadah Raya,” demikian kisah David bersama sekitar lima puluh warga binaan lainnya.

Ada juga komentar dari Fransiskus, warga binaan, yang mencermati kutipan ayat Alkitab yang diambil dari Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini yang dirasakan lebih sesuai dengan kehidupan sehari-hari.

”Terima kasih, buku ini sungguh sangat membantu saya untuk lebih mengerti maksud Injil Lukas sebagai permulaan mengenal Yesus Orang Nazaret dalam menjalankan hidup di abad ke-21 hingga menjadi teofilus-teofilus yang sungguh dapat dipercaya.” Demikian Fransiskus menjelaskan pemahaman yang diterima dari membaca buku Sungguh Dapat Dipercaya.

Dengan judul yang senada, buku Sungguh, Orang Ini Anak Allah! yang ditulis Pdt. Yoel M. Indrasmoro, menjadi bingkisan Paskah yang dipersiapkan bagi warga binaan LP Gunung Sindur dan beberapa LP lainnya.

Berawal dari pengakuan kepala pasukan ketika menyaksikan proses kematian Yesus, ungkapan ”Anak Allah” merupakan alasan utama bagi imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua menjatuhkan hukuman mati bagi Yesus. Nah, melalui buku renungan Injil Markus, semoga dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengalami kasih Allah di tengah keberadaan mereka—bahwa Tuhan juga mati bagi mereka.

Bingkisan Paskah berupa buku diharapkan dapat memperlengkapi dan dipergunakan dalam pembinaan para warga binaan, baik dalam ibadah maupun dalam kelompok. Pada waktunya, tidak saja ungkapan pengakuan, tetapi kesungguhan dalam memercayakan hidup pada peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kistus.

Kris Hidayat | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Foto: istimewa

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!