Menangis dengan Sedih
Petrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Petrus tidak membela diri. Ia hanya menangis dengan sedih. Menangis karena berharap masih ada pengampunan baginya.
Yesus Orang Nazaret memang pribadi yang berintegritas. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan-Nya dan mengatakan apa yang dilakukan-Nya.
Petrus memang tak tega melihat Yesus digelandang sendirian ke mahkamah agama, dengan alasan keamanan, ia tetap menjaga jarak.
Aneh rasanya jika seorang masih merasa diri murid tega mengkhianati gurunya.
Dalam Perjanjian Baru dalam Bahasa Indonesia Sederhana tertera: ”Duduklah di sini. Aku mau ke sana untuk berdoa.”
Sang Guru hendak menyatakan bahwa peristiwa penyangkalan itu terjadi masih di malam yang sama. Ya, tinggal sesaat lagi.
”Inilah makanan dan minuman yang sungguh-sungguh berbeda.” Tubuh-Nya dan darah-Nya sungguh menyelamatkan dan bersifat kekal.
Pekerjaan sejatinya adalah pekerjaan Allah yang dititipkan kepada kita untuk dilakoni dengan semestinya.
Lalu menangislah Yesus (Yoh. 11:35). Hanya tiga kata. Dalam Kitab Suci tertera: Gusti Yesus muwun. Juga tiga kata. Alkitab NIV cukup dengan dua kata: Jesus wept. Yesus menangis ketika menyaksikan Maria begitu sedih karena kematian Lazarus. Ia tidak melarang Maria menangis. Tidak. Ia membiarkan Maria menangis, bahkan turut menangis bersama Read more…
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu berkata, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”