Pentingnya Sejarah

”Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, arahkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut menyampaikan amsal, aku mau mengisahkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, tidak akan kami sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi akan kami ceritakan Read more

Kereta

Berkait kereta, saya teringat dua lagu. Yang pertama lagu kanak-kanak: Naik Kereta Api. ”Naik kereta api, tut-tut-tut/Siapa hendak turut?/Ke Bandung, Surabaya/Bolehlah naik dengan percuma/Ayo kawanku lekas naik/Keretaku tak berhenti lama.” Lagunya ceria. Sang penyanyi mengajak kawan-kawannya naik kereta apinya. Dan semuanya serbagratis. Terkesan buru-buru karena keretanya tak berhenti lama untuk Read more

Marilah Kepada-Ku….

”Sebab, apa yang aku lakukan, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku lakukan, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku lakukan” (Rm. 7:15). Demikianlah jerit keputusasaan Paulus yang terekam dalam Kitab Roma. Menarik disimak, keluhan ini bukanlah keluhan Paulus terhadap orang lain. Tidak. Paulus tidak Read more

Providensia Dei

Mari kita bicara soal providensia Dei: Pemeliharaan atau penyelenggaraan Ilahi!  Berkait providensia Dei, orang Jawa biasanya menganjurkan sikap hidup pasrah. Tak sepenuhnya salah. Namun, menjadi sangat salah ketika sikap pasrah hanya dimengerti sebagai sikap pasif, menunggu, tanpa berbuat apa-apa. Padahal, menurut Rm. Franzs Magnis Suseno dalam bukunya Etika Jawa, istilah Read more

Yeremia vs Hananya

Yeremia namanya. Artinya: Kemuliaan Allah. Mungkin nama diri itulah yang membuat dia setia menjalani panggilan selaku nabi. Seorang nabi niscaya memuliakan Allah. Aneh rasanya, ada nabi yang memuliakan diri sendiri. Keinginan memuliakan Allah bukanlah tanpa konsekuensi. Di kalangan nabi sezamannya, Yeremia mungkin termasuk nabi yang paling susah karena harus menyatakan Read more

Bersukacita

”Buatlah hati hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat hatiku” (Mzm. 86:4). Demikianlah doa Daud. Permohonannya menjadi penting dan bermakna karena bersukacita bukan perkara gampang. Hati manusia begitu rentan dan, bak cuaca, mudah berubah. Ketika sedang makan bersama kawan di resto mahal pun, hati kita bisa berubah ketika makanan yang Read more