Mengenal Berarti Mendengarkan
Mengenal Allah berarti mendengarkan utusan-Nya. Itulah yang hendak ditekankan penulis surat kepada para pembacanya.
Mengenal Allah berarti mendengarkan utusan-Nya. Itulah yang hendak ditekankan penulis surat kepada para pembacanya.
”Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?” (Mat. 5:13). Demikianlah pertanyaan retorik Yesus Orang Nazaret. Ya, enggak bisa diapa-apakan lagi, selain, tambah Sang Guru, ”dibuang dan diinjak orang.” Dengan kata lain, Yesus hendak menegaskan betapa pentingnya bagi para murid untuk tetap mempertahankan kadar asin mereka. Caranya? Pertama, jangan Read more
”Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku.” (Mat. 16:18). Demikianlah kalimat yang keluar dari mulut Sang Guru saat menanggapi pengakuan para murid, yang diwakili Simon Petrus. Kalimat tadi menyiratkan bahwa Yesus, Allah yang menjadi manusia itu, adalah Pribadi yang berjanji. Ada kata akan dipakai di sana. Artinya, belum Read more
Alkitab jelas mengatakan, Yesus Orang Nazaret seratus persen manusia. Ia Allah sejati sekaligus manusia sejati.
Sebab bait Allah itu kudus dan bait Allah itu ialah kamu sekalian.
Bersikaplah sebagai anak-anak Allah. Keselamatan maupun berkat bukan hanya untuk kita. Orang lain juga membutuhkannya.
Percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi sesama sebagai buah dari kepercayaan itu. Kepercayaan bukanlah pesan kosong. Kepercayaan itu mesti tampak dalam keseharian kita.
”Pernahkah engkau melihat orang yang mahir dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Ams. 22:29). Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini: ”Pernahkah engkau melihat orang yang cakap melakukan pekerjaannya? Orang itu akan dipekerjakan di istana raja-raja, bukan di rumah orang biasa.” Jelaslah, ada Read more
Pandanglah Yesus! Sebab, Ia selalu ada untuk murid-murid-Nya. Dan saat kita memandang Yesus, kita pun akan dipulihkan.
Ketika hati kita mulai menyalahkan kita bahwa kita tidak mungkin berbuat benar, kita boleh menetapkan diri bahwa kita telah dibenarkan Allah.
Ketika semua niat baik dipersembahkan kepada Allah hal-hal yang tak terbayangkan pun terjadi. Manusia dilayani, Tuhan dimuliakan.
Kita pun perlu belajar bahwa semua pemberian kita adalah milik Allah semata. Dan ketika kita memberi dalam konteks sembah kepada Allah mukjizat pun terjadi.