Yang Adil
Yesus Orang Nazaret lebih suka mengampuni orang berdosa. Ia mengampuni karena pengampunan memberi kesempatan orang untuk berubah.
Yesus Orang Nazaret lebih suka mengampuni orang berdosa. Ia mengampuni karena pengampunan memberi kesempatan orang untuk berubah.
Kita tak pernah tahu siapa para pelayan itu (Yoh. 2:1-11). Namun, mereka menaati perintah Yesus dengan mengisi enam tempayan itu penuh dengan air. Mungkin Anda berkata, ”Namanya pelayan, ya harus taat!” Saya sepakat. Akan tetapi, kita tahu ada pelayan yang tidak taat, ogah-ogahan, dan tidak serius. Ada juga yang menganggap Read more
”Akulah pintu. Siapa yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput” (Yoh. 10:9). Demikianlah sabda Sang Guru kepada para murid-Nya. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini tertera: ”Akulah pintu. Siapa masuk melalui Aku akan selamat; ia keluar masuk dan mendapat makanan.” Read more
Jika ia mengaku dosa, Allah dalam kesetiaan dan keadilan-Nya dengan hati terbuka mengampuni dosa orang itu.
Paskah adalah kisah persekutuan. Demikian yang dicatat dalam Injil Markus. ”Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.” (Mrk. 16:1). Permulaan hari dimulai pada sore hari. Jadi, pada hari Sabtu Sore, ketiga perempuan itu sepakat membeli rempah-rempah Read more
Apa yang harus kami perbuat? Demikianlah tanya yang menuntut jawab. Lukas mencatat: ”Ketika mereka mendengar hal itu, hati mereka tersayat, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, ’Apa yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?’” (Kis. 2:37). Di mata mereka khotbah Petrus begitu runut, jelas, dan lugas, sehingga mereka bertanya Read more
Sepertinya dia diutus untuk menulis sebagai wakil dari komunitas orang percaya pada waktu itu, yang ditulis bukanlah iman pribadi, tetapi iman komunitas orang percaya.
Tidak hanya cukup dengan menjadikan seseorang murid Tuhan dan membaptisnya. Yang tidak boleh dilupakan gereja dan setiap orang percaya adalah mengajar.
Hingga hari ini masih banyak orang yang percaya bahwa Yesus Orang Nazaret tidak pernah bangkit.
Injil Matius mencatat bahwa mereka pergi dengan takut dan sukacita yang besar. Dalam Alkitab Bahasa Indonesia tertera: ”takut bercampur gembira”