Sakramen
Sakramen adalah alat pemeliharaan iman. Sakramen, baik baptis maupun perjamuan, menolong kita untuk tetap percaya bahwa melalui kematian dan kebangkitan Yesus kita diselamatkan.
Sakramen adalah alat pemeliharaan iman. Sakramen, baik baptis maupun perjamuan, menolong kita untuk tetap percaya bahwa melalui kematian dan kebangkitan Yesus kita diselamatkan.
Barak gentar. Debora meminta dirinya memimpin sepuluh ribu bani Naftali dan Zebulon melawan Sisera. Sepuluh ribu bukan jumlah sedikit. Namun, dibanding pasukan kaveleri Sisera dengan 900 kereta besi, belum lagi pasukan infantrinya, sepuluh ribu seakan tak berarti. Apalagi, Barak tak memiliki satu pun kereta besi. Rasa gentar membuat Barak berkata Read more
Mengampuni bukan perkara mudah. Terutama jika kita sudah berulang kali dikecewakan. Sekali dua kali mungkin tak jadi soal. Untuk kali ketiga, mungkin kita bergumul keras. Sejatinya kita tidak sendirian. Petrus juga memiliki persoalan yang sama. Karena itu, ia bertanya, ”Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat Read more
Allah Bapa—yang dikenal oleh anak-anak Allah dalam Kristus—mengarahkan manusia untuk berpusat kepada-Nya.
”Bila nampak olehku berjuta bintang di angkasa, ’ku tak faham yang dilukiskannya. Namun Tuhan Allahku yang menabur bintang itu, berencana di tiap karyanya.” Syair Stuart Hamblen, diterjemahkan oleh K. P. Nugroho, inilah yang terlintas dalam benak ketika membaca kembali kisah perjumpaan Allah dengan Abraham (Kej. 15:1-6). Dalam perjumpaan itu, Abram Read more
”Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali” (Mat. 18:15). Mengapa? Tentu bukan hanya karena soal hubungan yang akan menjadi renggang. Atau minimal saling tak enak satu sama lain. Juga bukan karena kita merasa lebih suci dari orang itu. Lebih Read more
Kehendak utama Allah adalah membagikan kasih yang telah kita rasakan. Iniah panggilan anak-anak Allah: Hidup seperti Allah
Menyaksikan kembali nasihat-nasihat Paulus kepada warga jemaat di Efesus (Ef. 4:17-32) memperlihatkan kepada kita pentingnya hidup dalam kebenaran Allah. Hidup dalam kebenaran Allah bukanlah pilihan, tetapi konsekuensi. Sebab, di dalam Kristus kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Artinya kita dipanggil untuk menampakkan diri sebagai anak-anak Allah. Untuk itu Paulus tampaknya Read more
”Sejak itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga” (Mat. 16:21). Demikianlah catatan penulis Injil Matius. Ada keterangan waktu yang tampaknya sengaja ditempatkan: ”Sejak itu.” Mudah diduga Read more
Mengenal Allah berarti mendengarkan utusan-Nya. Itulah yang hendak ditekankan penulis surat kepada para pembacanya.
”Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?” (Mat. 5:13). Demikianlah pertanyaan retorik Yesus Orang Nazaret. Ya, enggak bisa diapa-apakan lagi, selain, tambah Sang Guru, ”dibuang dan diinjak orang.” Dengan kata lain, Yesus hendak menegaskan betapa pentingnya bagi para murid untuk tetap mempertahankan kadar asin mereka. Caranya? Pertama, jangan Read more
”Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku.” (Mat. 16:18). Demikianlah kalimat yang keluar dari mulut Sang Guru saat menanggapi pengakuan para murid, yang diwakili Simon Petrus. Kalimat tadi menyiratkan bahwa Yesus, Allah yang menjadi manusia itu, adalah Pribadi yang berjanji. Ada kata akan dipakai di sana. Artinya, belum Read more