Mengelola Pikiran
”Pikiran melahirkan tindakan, tindakan melahirkan kebiasaan, kebiasaan melahirkan karakter, dan karakter menciptakan nasib.”
”Pikiran melahirkan tindakan, tindakan melahirkan kebiasaan, kebiasaan melahirkan karakter, dan karakter menciptakan nasib.”
Di banyak budaya modern kita diajarkan untuk waspada terhadap orang asing—dan itu tidak salah. Namun, dalam kebudayaan Batak, ada pelajaran lain yang tak kalah penting: kemampuan menemukan pertalian di tengah perbedaan.
Tingkat kesejahteraan penduduk ternyata tidak selalu berkorelasi positif dengan tingkat GDP.
Dengan tangannya orang dewasa mampu berkarya bahkan saat memasuki usia paruh baya mereka memiliki kecenderungan yang kuat untuk berkontribusi bagi kebermanfaatan dan kepedulian terhadap sesama, terlebih pada kesejahteraan generasi di bawahnya.
”Jika kamu tidak bisa terbang, berlarilah. Jika kamu tidak bisa berlari, berjalanlah. Jika kamu tidak bisa berjalan, merangkaklah. Apa pun yang kamu lakukan, kamu harus terus bergerak maju.”
Di balkon kecil itu Raisa belajar bahwa Tuhan sering hadir lewat hal-hal sederhana, seperti hujan yang jatuh ke telapak tangan yang terbuka, mengajak manusia percaya dan bersyukur bersama.
Tidak semua orang dapat mendengarkan dengan baik, bukan karena pendengarannya tidak normal namun karena tidak memiliki kesabaran, kerendahan hati, dan kerelaan memberi ruang bagi orang lain.
Hidup bukan tentang menjadi hakim bagi dunia, tetapi menjadi pembelajar yang rendah hati.
Meskipun kecil lidah memiliki dampak yang besar. Lidah dapat mengeluarkan kata-kata berkat untuk membangun, maupun kutuk yang menghancurkan.