LEBIH DARI PEMBERIAN

Kadang kasih-Nya hadir melalui orang-orang yang datang pada waktu yang tepat. Seorang sahabat yang mengirim pesan ketika hati kita lelah. Seorang ibu yang menyelipkan makanan tanpa banyak kata. Seorang ayah yang diam-diam memastikan kita baik-baik saja. Mereka mungkin tidak membawa sesuatu yang besar, tetapi mereka membawa diri mereka sendiri. Dan ternyata, itulah hadiah yang paling kita rindukan.

Menyisihkan Waktu untuk Alam

Charles Darwin pernah menuliskan bahwa seseorang yang berani menyia-nyiakan satu jam waktunya, belum menemukan nilai kehidupan. Setiap orang memiliki waktu 24 jam dalam sehari dan setiap jam adalah kesempatan untuk bertumbuh, mencintai, memahami atau sekadar menjadi diri sendiri. Menghargai waktu bukan karena obsesi produktivitas, melainkan sebagai anugerah sehingga menghargai waktu bukan sebagai beban.

Kucil

Aku sungguh merasa khawatir sekaligus kehilangan walaupun kami hanya akan dipisahkan oleh jarak. Setidaknya inilah yang bisa kulakukan sekarang. Aku percaya bahwa kami akan bertemu kembali, sambil mengingat bahwa waktu menyembuhkan apa yang tidak bisa disembuhkan akal.

Bukan Kepiting

Menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung orang-orang yang ingin berkembang adalah sebuah keniscayaan. Bersama-sama berkarya untuk memulai sesuatu yang sudah Tuhan letakkan di tangan kita semua. Bersama-sama belajar untuk maju menjadi versi terbaik dalam diri kita.

Es Cendol

”Everything has beauty, but not everyone sees it” (Asian proverb). Es cendol dan gula aren yang selama ini saya lihat biasa-biasa saja, ternyata bisa menjadi aset berharga bagi daerah lain.