Molly Tea vs Louis Vuitton
Marilah kita jaga warisan budaya kita, dan mau belajar, karena mayoritas negara termasuk Indonesia, mengadopsi sistem first to file untuk merek dagang, siapa yang pertama mendaftarkan, dia yang diakui.
Marilah kita jaga warisan budaya kita, dan mau belajar, karena mayoritas negara termasuk Indonesia, mengadopsi sistem first to file untuk merek dagang, siapa yang pertama mendaftarkan, dia yang diakui.
Bunga matahari tidak pernah mengubah arah matahari, tetapi arah hadapnya menentukan terang yang diterimanya. Demikian pula kita tidak selalu dapat mengubah keadaan hidup, tetapi kita dapat memilih mengarahkan hati kepada Kristus. Saat hati tertuju kepada-Nya, kasih karunia-Nya mengubah ketakutan menjadi iman, keputusasaan menjadi pengharapan, dan kelemahan menjadi kekuatan untuk tetap setia.
Mensyukuri sebanyak-banyaknya segala sesuatu yang Tuhan anugerahkan kepada kita menjauhkan kita dari kerakusan.
Hidup yang bermakna bukanlah tentang apa yang kita miliki, melainkan tentang apa yang kita berikan.
Rupanya, di tengah hiruk pikuk kesibukan dan rutinitas serta kebisingan dunia atas ketidakadilan, rasa sayange atas negeri ini tetap mengharu biru dalam dada.
Salah satu makna budaya entrepreneurship. Entrepreneurship bukan sekadar menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga keberanian untuk mencari solusi, beradaptasi dengan keadaan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
Menunggu jawaban dari Tuhan tidak bisa hanya berpangku tangan, perlu perjuangan dan kesabaran dalam melakukan bagian kita. Dari waktu ke waktu Tuhan membentuk karakter kita, mengajar kita untuk bertekun, berakar dalam firman-Nya dan percaya. Teruslah berharap kepada Tuhan dan pada waktunya kita akan melihat keindahan yang Dia rancangkan sejak semula.
Pada akhirnya, bukan tangisan yang membawa kita melangkah, melainkan ketulusan dalam menjalani proses. Kadang, yang tidak dituruti… justru yang paling membentuk kita.
Di zaman ini kita sering merasa hidup orang lain lebih terang. Kita melihat pencapaian di layar kecil, lalu diam-diam merasa redup. Kita membandingkan langkah, hasil, bahkan berkat, seolah hidup adalah perlombaan.