Beda Konsep

Published by Admin on

Sabda-Mu Abadi | 19 Februari 2026 | Mat. 26:1-4

”Setelah Yesus mengakhiri segala perkataan itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya, ’Kamu tahu bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, dan Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.’ Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, dan mereka membuat rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Mereka berkata, ’Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.’”

Waktunya tinggal sedikit lagi. Yesus mengatakan penderitaan-Nya untuk keempat kalinya. Jelas terlihat Yesus sungguh paham waktunya akan segera tiba. Ia sungguh tahu kapan Ia harus menyerahkan diri.

Para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi yang pasti tidak tahu bahwa Yesus akan menyerahkan diri merasa perlu membuat rencana untuk membunuh Dia. Namun, mereka memahami bahwa Yesus Orang Nazaret banyak pengikut-Nya. Karena itu, mereka mewanti-wanti untuk mencari saat yang tepat. Pada pemandangan mereka saat yang paling tepat adalah jangan pada waktu perayaan. Itu berarti waktunya lebih pendek lagi.

Sepertinya mereka merasa bahwa Yesus pasti akan melawan, setidaknya membela diri-Nya. Oleh karena itu, mereka merasa perlu mengerahkan tentara Bait Allah untuk menangkap Yesus.

Tentu saja dalam konsep mereka, mereka yang menangkap Yesus. Sedangkan dalam konsep Sang Guru, Ia menyerahkan diri-Nya untuk ditangkap. Ya, ada perbedaan konsep di sini.

Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda

Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:

Foto: aistudio

n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!