Dianggap Layak
Persoalan Musa adalah ia tidak merasa layak, meski Allah sendiri telah melayakkannya. Dianggap layak memang bukan berarti layak. Dianggap layak merupakan anugerah semata.
Persoalan Musa adalah ia tidak merasa layak, meski Allah sendiri telah melayakkannya. Dianggap layak memang bukan berarti layak. Dianggap layak merupakan anugerah semata.
Penulis Kitab Keluaran menyatakan bahwa Allah adalah Pribadi Yang Mengingat, Memperhatikan, dan Memedulikan. Allah mengingat perjanjian-Nya kepada Abraham.
Musa telah belajar dari pengalaman sebelumnya. Pembunuhan hanya membuat si pelaku kejahatan tak punya waktu untuk mengubah diri.
Musa belum melibatkan Allah dalam setiap tindakannya. Melibatkan Allah—itulah modal terbaik bagi pemimpin.
Allah adalah pribadi yang peduli. Suasana dunia boleh berubah, dan memang harus berubah, namun kasih Allah tetap.
Penguasa baru itu memang tidak suka membaca sejarah, ada seorang Ibrani yang menyelamatkan kerajaan Mesir dari bencana kelaparan.
Pekabaran Injil bukan hanya pekerjaan para murid sendirian. Tidak. Tuhan Yesus turut bekerja. Ia berkepentingan akan pekabaran Injil.
Duduk di sebelah kanan Allah bukanlah sekadar menjadi pendamping Allah. Duduk di sebelah kanan Allah berarti memerintah bersama dengan Allah.
Yesus memperlihatkan tanda-tanda yang menyertai orang percaya. Bisa jadi kita malah enggak percaya bahwa kita punya kuasa seperti itu.
Ketika kita mengasihi makhluk sebagaimana kita mengasihi diri sendiri, mereka akan mengalami kebaikan Tuhan.