
Sabda-Mu Abadi | 1 April 2025 | Mrk. 15:25-26
âWaktu itu jam sembilan pagi ketika mereka menyalibkan Dia. Alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ, âRaja orang Yahudiâ.â
Sepertinya penulis Injil Markus merasa perlu mencatat waktu Yesus disalib. Kita tidak tahu alasan pastinya. Yang pasti, berkait dengan penyaliban Yesus Orang Nazaret, penulis merasa perlu memperlihatkan kepastian waktunya. Misalnya: disalibkan pada jam sembilan pagi, kegelapan terjadi pada pukul dua belas siang selama tiga jam, dan pada jam tiga siang Yesus berseru nyaring, âEloi, Eloi, lama sabakhtani?â Dan tidak lama kemudian mengembuskan napas terakhir. Dari sini kita, orang percaya abad ke-21, bisa memperkirakan saat kematian Yesus.
Penulis Injil Markus juga mencatat alasan pelaksanaan hukuman mati itu: âRaja Orang Yahudiâ. Markus tidak menceritakan protes imam-imam kepala kepada Pilatus untuk mengubah tulisan itu menjadi âIa mengatakan Akulah Raja orang Yahudiâ sebagaimana dicatat penulis Injil Yohanes. Pilatus sendiri bergeming dengan keputusannya.
Keputusan Pilatus sungguh penting dan bermakna. Yesus memang Raja Orang Yahudi, tetapi bukan dalam arti raja duniawi, melainkan sebagai Juru Selamat yang membebaskan dari kuasa dosa.
Paulus dalam Surat kepada Jemaat di Roma menyuarakan kembali nubuat Yesaya: âDari Sion akan datang Penebusâ (Rm. 11:26). Aslinya: âIa akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk keturunan Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHANâ (Yes. 59:20). Jelaslah Yesus memang Raja Orang Yahudi, tak hanya secara jasmani, tetapi juga meliputi orang-orang yang beriman kepada Allah Israel.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Berikut tautan untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!