Sabda-Mu Abadi | 23 April 2026 | 1Yoh.1:5-10
”Inilah berita yang telah kami dengar dari Dia dan kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Dia, tetapi kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran. Jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, kita mempunyai persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa. Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, Ia setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata bahwa kita tidak pernah berbuat dosa, kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.”
Kata-kata Yohanes sungguh logis. Karena Allah adalah terang, mustahil di dalam Dia ada kegelapan. Dan mustahil pula orang yang masih dalam gelap bersekutu dengan Allah. Kalau ada orang yang mengatakan bersekutu dengan Allah, meski masih tinggal dalam gelap, dia berdusta.
Manusia hanya mungkin hidup dalam terang jika telah disucikan dosanya oleh Yesus Kristus. Dengan demikian pengampunan dosa merupakan pijakan manusia untuk bersekutu dengan Allah. Tanpa pengampunan dosa manusia mustahil bersekutu dengan Allah.
Dan pengampunan dosa hanya dialamatkan bagi setiap orang yang mengakui dosanya. Jika ia mengaku dosa, Allah dalam kesetiaan dan keadilan-Nya dengan hati terbuka mengampuni dosa orang itu. Jika ada orang yang merasa tidak berdosa, ia telah berdusta juga.
Yoel M. Indrasmoro | Tangan Terbuka Media: Bangun Jiwa via Media Anda
Silakan klik tautan berikut ini untuk mendengarkan siniar Sabda-Mu Abadi:
n.b.: Dukung pelayanan digital kami via BCA-3423568450-Tangan Terbuka Media!